Habiskan Ratusan Juta Bantuan P3TGAI “Hippa Ngudi Makmur Desa Campursari” Namun Pengerjaan Di Duga Asal Jadi

Ponorogo, RepublikNews – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang berlokasi di area persawahan Dusun Gading RT 04/RW 01 Desa Campursari Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo Jawa Timur di duga asal-asalan dalam pengerjaan dan tidak transparan.
Pasalnya dari pembangunan yang kami temukan banyak ke janggalan baik itu dari material yang di gunakan maupaun dalam pelaksanaan pengerjakan bangunan. Terlihat dalam pemasangan bangunan saluran irigasi di duga tidak sesuai dengan spesifikasi dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Saat di konfirmasi awak RepublikNews hal tersebut, kemarin Jum’at (25/6/2021) dikediamannya JS yang sekaligus Ketua Hippa “Ngudi Makmur” mengatakan, “Benar kelompok Hippa Ngudi Makmur mendapatkan program tersebut”.
Namun saat di tanya perihal besar besar anggaran tersebut JS enggan untuk menjelaskan.
“Kersane Kulo mawon sing ngertos menopo lho ???, kalian masyarakat (yang dalam bahasa Indonesianya “Biar saya aja yang tahu kenapa lho, masyarakat (mengata’in dan di kira kita masyarakat setempat), “Kata JS dengan wajah sinis.
Anehnya lagi terkait soal Anggaran, JS malah menyuruh tanya ke Pendamping.
“Terkait besarnya anggaran yang di terima Kelompok Hippa nya itu wewenang DAS, “Lanjutnya dengan sinis.
Di konfirmasi juga terkait bangunan irigasinya yang lubang-lubang, Ketua Hippa juga mengatakan, “Bagian dalam itu nanti di plester, kemudian dari luarnya di urug tanah atau berem, biar tidak nampak”.
Selanjutnya selang beberapa hari tepatnya hari Senin (28/6/2021) konfirmasi ke Kepala Desa Campursari WPP yang saat itu di temui di kantornya juga enggan untuk di tanya terkait besar anggaran.
“Sama dengan tahun yang lalu, “Jawabannya singkat dan malah mengalihkan pembicaraan tentang program tersebut.
Terkait hasil bangunannya yang lubang-lubang Kepala Desa Campursari juga mengatakan,”Seharusnya itu digali, tapi karena posisinya diatas sawah maka itu nanti tinggal nimbun tanah dan bagian dalamnya di plester sudah tidak nampak, “Ungkapnya.
Dari sini artinya pondasi saluran irigasi tersebut tidak digali atau numpang diatas sawah, lantas ditimbun tanah urug.
Pada saat yang sama Kades Campursari, meminta kepada awak media untuk “Di berita kan yang baik”.
Sementara dari hasil dilapangan beberapa masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya tidak tahu-menahu terkait dengan pembangunan irigasi tersebut. Bahkan dari perangkat pun juga mengatakan sama, dirinya tidak tahu menahu tentang proyek tersebut.
Perlu di ketahui, di masa pandemi seperti ini, penurunan kebutuhan ekonomi, sehingga dilakukan pekerjaan P3TGAI untuk mendongkrak kontribusi pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kegiatan ini mempunyai 2 tujuan yaitu untuk meningkatkan kinerja irigasi yang menjadi kewenangan kab/kota, selain itu juga untuk kesejahteraan dan perekonomian petani sekitar, sekaligus memberi kontribusi terhadap ketahanan pangan.
Memang sangat di sayangkan, harusnya program pemerintah yang menggunakan pengalokasian dana dari Anggaran Pendapat Belanja Negara (APBN), harus di gunakan yang benar tidak boleh ada kepentingan pribadi karena ini adalah untuk sarana umum utama para petani di Desa Desa, yang semua itu menggunakan dana dari pemerintah yang harus di laksanakan dengan transparan. (Iwn)