Hari ini Pemdes Singojuruh Bagikan 100 Sembako

Banyuwangi, RepublikNews – Pemerintah Desa Singojuruh, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, JawaTimur, hari ini senen (18/5/2020) bagikan Bantuan Sosial (BanSos), yang bersumber dari Dana APBD, berupa sembako senilai Rp. 200 ribu kepada warga yang terdampak Covid19 di aula kantor Desa Singojuruh.
Acara penyaluran bantuan dibuka oleh kepala Desa Singojuruh, Suharto dan dihadiri oleh Camat Singojuruh, Trisetia, Bhabinsa Serda Agus Purnomo, Bhabinkamtibmas AIPDA Dedy Hidayat, seluruh staf Desa Singojuruh dan 100 warga penerima bantuan sembako.
Camat Singojuruh, Trisetia dalam sambutannya menyampaikan,” bahwasannya di Banyuwangi yang positif virus COVID1919 ada 5 orang, 1 tertular dari surabaya karena pulang dari surabaya sudah terkena virus, 2. Tertular dari Bali, 3. Tertular dari Jember, dan yang tertular dari Jember ini meninggal dunia, istrinya seminggu yang lalu dinyatakan positif, sekarang di rawat dirumah sakit, kemarin anaknya dinyatakan positif juga, jadi satu keluarga, bapak, ibu dan anaknya kena virus corona/Covid19,” ungkapnya.
Kami selalu berdo’a kami selalu memohon semoga masyarakat kami yang ada di kecamatan Singojuruh tidak ada yang terkena virus corona/ covid 19. Kami mengharapkan kepada bapak ibu semuanya patuhi protokol kesehatan yang disampaikan kepada panjenengan semua, kemanapun pergi tolong pakai masker, habis keluar rumah mau masuk rumah tolong cuci tangan, jaga jarak dengan siapapun jangan salaman dulu, takutnya orang yang njenengan ajak salaman membawa virus.
Sekarang banyak orang orang yang tanpa gejala, mereka itu sehat tidak nampak sekali bahwa mereka sakit, tidak ada gejala panas, tidak ada gejala batuk, tidak ada gejala pilek maupun gejala lainnya, tapi mereka membawa virus, kalau salaman dengan njenengan, njenengan bisa kena virus yang ditularkan oleh orang yang kena gejala tadi.
Kalau orang kena virus corona/ covid 19 sakitnya tidak ada yang menunggui, tidak ada yang boleh menunggu, apakah njenengan mau, kan tidak mau, warga tidak boleh menjenguk kelurga tidak boleh menunggui, njenengan masuk di ruang isolasi minimal 14 hari, kalau meninggal tidak ada yang melayat njenengan hanya dimakamkan oleh petugas kesehatan dengan pakaian lengkap, kelurga , tetangga, tidak ada yang mengantar njenengan, tidak ada tahlilan, apa njenengan mau, tentunya tidak mau,” jlentrehnya.
Makanya kami mengharapkan jaga diri, karena intruksi dari pak presiden kita harus berdamai dengan virus ini, mau gak mau dan insyaallah virus ini untuk lenyap dari muka bumi ini sulit, ini informasi dari WHO yaitu badan kesehatan dunia yang ada di PBB. Makanya presiden menyampaikan kepada kita, kita harus berdamai dengan virus ini. walaupun berdamai tetap jagalah kondisi badan/tubuh kita, patuhi protokol kesehatan selalu pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Sholat teraweh monggo yang penting jaga kebersihan diri dan jaga jarak. Kami selalu berdo’a semoga warga kami tidak ada yang terkena virus corona/ covid 19, monggo kita semua berdo’a memohon kepada Allah semoga segera dihilangkan wabah virus corona/ covid 19 ini dari muka bumi,” pungkasnya.
Usai acara kepala Desa Singojuruh, Suharto membagikan sembako sebagai simbolis kepada warga singojuruh berupa 10 kg beras premium, Sarimi satu dus, minyak goreng 1 ltr dan Sarden 5 kaleng.
Sementara ditempat lain salah satu penerima sembako, bu Sapiyah warga dusun krajan barat rt 03 rw 02 saat ditemui awak media RepublikNews mengucapkan, Alhamdulillah nggeh seneng pak angsal bantuan, kulo nembe niki nggeh pak angsal bantuan sak derenge mboten nate angsal bantuan nopo – nopo,”tuturnya dengan logat jawa, artinya, bersyukur ya senang dapat bantuan, saya ya baru ini ya pak dapat bantuan, sebelumnya gak pernah dapat bantuan apa-apa,” tuturnya.
Harapan Sapiyah kepada penerintah daerah mudah – mudahan selalu membantu kepada orang – orang miskin dan orang – orang yang tidak mampu. (Adi)