Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

EKONOMI BISNIS

Hindari Diet Sembarangan, Genomic Testing Bantu Penuhi Gizi Seimbang

badge-check


					Hindari Diet Sembarangan, Genomic Testing Bantu Penuhi Gizi Seimbang Perbesar

Jakarta, 25 Juni 2024 – Data dari Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan penyakit diabetes melitus di Indonesia pada tahun 2013, angka tersebut menunjukan peningkatan dari 6,9% menjadi sebesar 8,5%. Hal tersebut ditimbulkan dari dampak negatif obesitas pada seseorang. Mengetahui hal tersebut, maka perlu adanya perhatian khusus terhadap pengendalian obesitas. Lebih dari 90% penderita diabetes mengalami kelebihan berat badan, melihat hal tersebut, diperlukan upaya penanganan melalui berbagai pendekatan mencakup pemberian edukasi dan konseling mengenai pola hidup sehat dan manajemen diet.

Seorang yang mengalami obesitas juga sering kali memiliki tantangan kesehatan yang kompleks, seperti risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan masalah lainnya. Oleh karena itu, pendekatan diet haruslah terarah dan berbasis pada kebutuhan individual, yang sebaiknya disesuaikan dengan bantuan profesional seperti ahli gizi atau dokter.

Pemilihan jenis diet yang tepat untuk seseorang yang mengalami obesitas dapat melibatkan faktor-faktor seperti tingkat aktivitas fisik, riwayat kesehatan, preferensi makanan, dan potensi masalah kesehatan lainnya. Pola diet yang tidak teratur dan cenderung melakukan diet sendiri tanpa pengawasan ahli, sering tanpa disadari bahayanya. Apabila melakukan diet sendiri, seseorang tidak dapat mengetahui komposisi tubuhnya tersebut, karena kalau hanya bertumpu pada berat badan saja, hal tersebut tidak menggambarkan apapun. Padahal penurunan yang dibutuhkan yaitu penurunan lemak dalam tubuh. Resiko lainnya apabila melakukan diet tanpa pantauan ahli, akan terjadi ketidakseimbangan nutrisi seperti vitamin dan mineral maupun elektrolit yang dapat menganggu kesehatan seserang.

Menanggapi masalah obesitas yang semakin mengkhawatirkan ini, penting bagi masyarakat untuk memahami konsep diet yang sehat. “Diet yang sehat tidak hanya tentang mengurangi kalori, tetapi juga memperhatikan keseimbangan nutrisi yang tepat.” ungkap dr Putri Sakti SpGK selaku Dokter Spesialis Gizi di ZAP Health.

Beberapa langkah yang dapat diambil untuk memulai diet yang sehat adalah dengan melakukan tes komposisi tubuh, dengan tujuan untuk mengetahui komposisi lemak tubuh, massa otot, dan lainnya. Selanjutnya, hasil tes komposisi tubuh tersebut dapat dianalisis lebih lanjut, bahkan apabila dibutuhkan dapat dilakukan tes laboratorium yang bertujuan untuk menunjang meal plan.

Selain tes komposisi tubuh, dapat juga dilakukan tes genomik. Tes genomik adalah tes yang dilakukan melalui DNA untuk mengetahui potensi atau resiko terhadap penyakit, kekurangan atau kelebihan vitamin dan mineral tertentu. Tes ini, bisa juga untuk mendeteksi sensitivitas terhadap konsumsi produk tertentu seperti, susu sapi, gluten, produk gantum, dan lainnya.

Dengan tes genomik juga dapat mengetahui peran genetik pada tubuh seseorang dalam metabolisme terhadap obat obatan yang biasa disebut dengan tes pharmacogenomic untuk mengetahui kecocokan penggunaan obat pada tubuh seseorang.

Pada tes ini juga dapat menyesuaikan genetik seseorang terhadap lifestyle, seperti jenis olahraga yang tepat, resiko cidera, genetik terhadap kesehatan kulit bahkan penyakit dimasa depan atau diusia lanjut. Terlebih lagi bisa mengetahui resiko alergi pada kulit, pernafasan, dan lainnya. Setelah melakukan genomic testing, langkah selanjutnya adalah mengatur pola makan atau asupan dengan meal plan, yang disesuaikan dengan hasil tes komposisi tubuh. Dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan secara personal.

Tes Genonik tersebut bisa didapatkan dengan mengikuti program slimming oleh Dokter Spesialis Gizi yang telah tersedia di ZAP Health dan juga ZAP Premiere. Harga untuk program tersebut, mulai dari Rp 499,000. ZAP Health hadir dengan berbagai pilihan perawatan preventif seperti IV Drips, Pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan gizi, dengan enggabungkan konsep hospitality terbaik dan medical.

Program slimming tersebut bisa dilakukan oleh anak-anak maupun pada orang dewasa, program slimming tidak hanya dibutuhkan bagi orang-orang yang memiliki berat badan berlebih, tapi pada orang yang memiliki berat badan ideal namun masa komposisi tubuhnya tinggi lemak dan ototnya rendah atau yang biasa disebut skinny fat.

Untuk informasi lengkap mengenai program slimming dapat mengunjungi akun Instagram ZAP Health @zaphealth dan juga ZAP Premiere @zappremiere.

Tentang ZAP Clinic
Sejak berdiri pada 2009, ZAP telah berkembang menjadi ZAP Group dengan 5 brand utama yaitu ZAP Clinic, ZAP Premiere, MEN/O/LOGY by ZAP (klinik ketampanan khusus pria), ZAP Health dan skincare Juva yang tersebar di 17 kota. Brand ZAP sendiri telah menjadi satu-satunya klinik kecantikan khusus wanita terbesar Indonesia yang mengutamakan perawatan kulit berbasis teknologi laser. ZAP telah berhasil memenangkan berbagai macam penghargaan, baik skala nasional seperti Top Brand Awards 2016-2023, Superbrands 2019, Marketing Award 2018, Marketeers Omni Brands 2019 & 2023, TOP Digital Company Award 2021 hingga penghargaan internasional seperti Business Excellence Forums & Awards kategori “Fastest Growing Company”.
Press Release ini juga tayang di VRITIMES

Baca Lainnya

Anak Singkong di Little Tokyo

19 November 2024 - 16:50 WIB

Trading Bebas Swap di Dupoin: Semua yang Perlu Anda Ketahui

19 November 2024 - 14:12 WIB

Token Palapa Resmi Diperdagangkan di Bittime

18 November 2024 - 13:50 WIB

Port Academy Adakan Diklat IMDG Code di Tanjung Redeb, Tingkatkan Kompetensi Penanganan Barang Berbahaya di Pelabuhan

15 November 2024 - 03:17 WIB

Vishnu, Perjalanan dari Penjaga Pos Parkir hingga Peraih Penghargaan Personal Development di JCI Badung Bali

11 November 2024 - 20:36 WIB

Trending di EKONOMI BISNIS
error: Content is protected !!