Menu

Mode Gelap
PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !! Pemilik Dapur SPPG Kasiman 1 Bojonegoro dan Yayasan Jaya Cahaya Lestari Di Polisikan Satgas Saber Pangan Tancap Gas Jelang HBKN, 9.138 titik Diawasi, Pelanggar Diberi Sanksi ! Penyidik JAM PIDSUS Menetapkan 11 Tersangka Dalam Perkara Ekspor CPO dan Turunannya (POME) Periode 2022-2024

PROFIL

Jembatan Penghubung di Lumajang Terputus, Diterjang Lahar Semeru

badge-check


					Jembatan Penghubung di Lumajang Terputus, Diterjang Lahar Semeru Perbesar

Lumajang, RepublikNews – Jembatan penghubung dua kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terputus, setelah diterjang derasnya aliran banjir lahar dingin Gunung Semeru, Minggu (28/2/2021).

Jembatan penghubung Desa Gesang di Kecamatan Tempeh dan Desa Sememu di Kecamatan Pasirian, terputus, akibat derasnya aliran sungai yang dialiri banjir lahar dingin Semeru.

“Akibat hujan seharian, aliran lahar dingin Gunung Semeru menyebabkan beberapa jembatan ada yang putus dan retak, ini jembatan yang ada di Desa Gesang yang menghubungkan Kecamatan Tempeh dan Pasirian terputus,” kata Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, saat meninjau lokasi putusnya jembatan penghubung di Lumajang, Minggu (28/2/2021).

Menurutnya, pembangunan jembatan akan menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, karena jembatan tersebut tidak hanya penghubung dua kecamatan. Namun juga menjadi akses perekonomian masyarakat sekitar.

“Tentu itu akan menjadi prioritas untuk segera kami selesaikan, ini pondasinya sudah rapuh dan mengkhawatirkan,” tuturnya.

Sementara itu, banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang, terpantau mulai surut. Sebagian warga, yang mengungsi sudah mulai kembali ke rumah masing-masing, untuk membersihkan lumpur yang mengendap di rumahnya.

“Sudah mulai surut, warga sebagian masih ada di pengungsian, sebagian ada warga yang memilih bersih-bersih rumah,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, saat meninjau lokasi banjir di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono.
Wilayah yang terendam banjir, bukan wilayah langganan banjir. Sehingga warga tidak ada persiapan, untuk mengantisipasi terjadinya banjir akibat luapan sungai sekitar. Dari laporan yang diterima, banyak warga menderita kerugian material seperti ternak.

“Dari laporan sementara yang saya terima pagi ini, sangat banyak kerugian materil yang diderita oleh warga. Ada belasan ekor kambing yang mati, dan ayam tentu sudah ratusan ekor,” pungkasnya.

Reporter : Atman, Kabiro Lumajang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pengurus Persatuan Wartawan Mojokerto (PWM) 2025-2028 Resmi Terbentuk

26 April 2025 - 13:41 WIB

Serdatu Satu Komando Dukung Maryoto Bhirowo – Didik Girnoto

8 September 2024 - 09:50 WIB

Semakin Yakin , Mardinoto terima Formulir B1-KWK dari Nasdem

24 Agustus 2024 - 23:58 WIB

Kapolres Lampung Barat Apresiasi Dedikasi Aipda Poniman Dalam Mengajar Ngaji

18 Agustus 2024 - 11:54 WIB

Business Analytics dalam sudut pandang Transcosmos Commerce di Launching jurusan terbaru Binus Online University

15 Juli 2024 - 00:47 WIB

Trending di POTRET
error: Content is protected !!