Kado Istimewa Untuk “Maryoto Birowo-Cabup Petahana Tulungagung” Di Hari Ulang Tahunnya

TULUNGAGUNG | Kurang lebih dari 500 guru dari forum Guru Tidak Tetap, (GTT), dan ratusan Pegawai Tidak Tetap, (PTT), di lingkup Pemkab Tulungagung mendaulatnya di sebuah kafe sekitar Patikrejo Desa Jatimulyo, Kamis, (8/8/2024).
Maryoto Birowo membenarkan jika dirinya hari ini memang sedang berulang tahun dan memenuhi undangannya forum Perjuangan GTT dan PTT. “Saya diundang mereka dan dicurhati sambil dirayain hari ultah saya,”ungkapnya dengan tak kuasa menahan haru.
Sedikit gugup dan kaget, usai salah satu peserta yang hadir dengan mengaku bernama Huda, alumnus GTT yang telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), tahun 2023 yang lalu tiba-tiba di daulat di mimbar.
Benar – benar surprise,”ujarnya haru.
Tak bisa dipungkiri menurut Maryoto, PR yang akan diselesaikannya pada periode mendatang bila dipasrahi kembali memimpin Tulungagung periode 2024-2029 adalah menyelesaikan tenaga PTT dan GTT.
“Kalau kemarin sebelum masa jabatan berakhir telah menyelesaikan 2.634 tenaga. Hari Ini tersisa 1.300 tenaga,”tutur Mbah To sapaan akrab mantan Kadis Pendidikan Tulungagung kepada wartawan.
Dia berharap agar GTT dan PTT serius mengurus kompetensi sebagai syarat awal lulusnya tahap administrasi.
“Jangan hanya punya NUPTK (Nomer Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dan terdaftar di Dapodik (Data Pokok Pendidikan), saja, “harapnya.
Maka akan dengan mudah pemerintah membantu, apalagi Maryoto berjanji bila bisa berjuang bersama di kontestasi Pemilukada 2024 mendatang akan diselesaikan dirinya saat menjabat Bupati Tulungagung lagi.
Mari kita berjuang bersama, “pekiknya yang langsung disambut amin ratusan GTT dan PTT tersebut.
Sementara, Chandra Dianrahma, Ketua Forum Perjuangan PTT dan GTT PGRI Kabupaten Tulungagung mengaku sengaja mengundang Maryoto Birowo dengan alasan yakin jika mantan guru serta Sekda Tulungagung hingga pernah menjabat Bupati itu sarat pengalaman dalam mengelola dunia pendidikan.
“Sudah terbukti dan sudah lulus diuji dalam memperjuangkan hak warga khususnya profesi guru, “tandasnya.
Untuk itu Chandra menyiapkan dirinya dan kawan kawannya senasib, berjuang mendudukkan kembali kursi AG 1 kepada Maryoto Bhirowo. “Tanpa kita tutupi, semua memperjuangkan Mbah To, “pungkas Chandra. (Cs)