Kecewanya Warga Magetan Akan Bantuan Sapi Yang Di Duga Selewengkan Ketuanya

Magetan, RepublikNews – Di Duga ada penyelewengan bantuan ternak sapi dari pemerintah Kabupaten Magetan yang bersumber dari APBD tahun 2019, yang harusnya senantiasa diterima anggota kelompok sampai saat ini tak terwujud alias hampa.
Pasalnya ada 5 orang dari 7 anggota kelompok tani ternak sapi di salah satu desa wilayah Kecamatan Takeran yang mengeluh, kecewa akan bantuan tersebut tak tersampaikan. Yang di duga kuat di selewengkan oleh Ketua Kelompok Tani desa tersebut.
Adapun menurut pengakuan salah satu warga desa yang tidak mau disebutkan namanya,bantuan tersebut berawal dari pengajuan proposal dari beberapa warga ke Dinas Peternakan Kabupaten Magetan yang ditanda tangani oleh Kepala Desa yang diketuai oleh (ST), yang mana dalam hal ini meminta data kepada warga dengan dalih dimintakan bantuan hewan ternak.
Salah satu warga lain (TM) juga menerangkan, setelah dari beberapa waktu menunggu bantuan ternak sapi tersebut akhirnya tiba, tapi dalam kenyataannya bantuan hewan sapi tersebut tidak pernah sampai ke beberapa warga desa yang ikut pengajuan serta tanda tangan yang diantaranya 5 orang.
“Malahan ada warga ( nama inisial P) yang masih ada ikatan saudara dengan Ketua (ST) tapi tidak ikut pengajuan dan tanda tangan dalam proposal, eeeeee….malah dapat bantuan hewan sapi. Dan kami tembusi serta menanyakan bantuan sapi tersebut Ketua (ST) selalu mengelak dengan berbagai dalih alasan, yang sampai detik inipun kami tidak pernah menerima bantuan tersebut, “ucap (TM) dengan raut kecewa.
Lanjutnya, “Kami sudah mengklarifikasi permasalahan tersebut kepada Kepala Desa tapi jawabannya selalu disuruh menanyakan kepada Ketua (ST), kecewa kami dari kenyataan, tindakan Kepala Desa tidak ada sama sekali”.
Masih ungkapan warga (TM) memperjelas, “waktu pembuatan proposal itupun kami dimintai KTP,KK serta ikut tanda tangan untuk memohon bantuan hewan ternak sapi kepada dinas terkait di Kabupaten Magetan,tapi selama ini usaha kami sia sia,bukan dari dinasnya tapi kepada (ST) yang notabene dipasrahi sebagai Ketua Kelompok tani desa tersebut, “kata warga (TM) dengan penuh kesal.
Sementara itu Ketua Poktan (ST) mau di klarifikasi terkait hal tersebut susah untuk ditemui. Serta juga dari Kepala Desa untuk ditemui dalam mengklarifikasi hal tersebut, susah dan berbelit-belit seakan menghindar. (Eko)