Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

EKONOMI BISNIS

Kedua Kalinya, Inflow ETF Ethereum Spot Nol: Pertanda Apa?

badge-check


					Kedua Kalinya, Inflow ETF Ethereum Spot Nol: Pertanda Apa? Perbesar

Bayangkan sebuah aset yang terus dipantau oleh investor besar, namun tiba-tiba aliran dana berhenti total. Itulah yang terjadi pada ETF Ethereum Spot pada 7 Oktober, ketika inflow tercatat nol untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan. Apakah ini tanda bahwa investor mulai kehilangan minat, atau justru strategi jangka panjang sedang dimainkan?

Penyebab Inflow ETF Ethereum Spot Kembali Nol

Pada tanggal 7 Oktober, ETF Ethereum Spot kembali mencatat inflow nol, yang juga pernah terjadi pada 30 Agustus. Hal ini menunjukkan tidak ada dana baru yang masuk pada hari tersebut.

Inflow nol ini mungkin mencerminkan sikap hati-hati para investor yang menunggu perkembangan lebih jelas di pasar kripto sebelum melakukan investasi tambahan. Ketidakpastian di pasar sering kali membuat investor memilih untuk menunda investasi sambil menunggu momen yang lebih tepat.

Menariknya, selain inflow yang stagnan, ETF Ethereum Spot juga mencatat outflow sebesar $561 juta. Ini bisa menjadi indikasi bahwa beberapa investor telah mengambil keuntungan atau memutuskan untuk mengalihkan investasi mereka ke aset lain.

Namun, penting diingat bahwa pasar kripto, termasuk ETF, memiliki volatilitas tinggi. Pergerakan dana yang masuk dan keluar sering kali berkaitan dengan strategi investasi jangka pendek, bukan karena penurunan minat terhadap Ethereum itu sendiri.

Total Aset Bersih Masih Kuat

Meski kembali mencatatkan inflow nol, total aset bersih ETF Ethereum Spot tetap berada di angka yang kuat, yaitu $6,7 miliar. Dengan total aset bersih yang masih kuat di angka tersebut, ETF Ethereum Spot tetap menunjukkan kapitalisasi yang solid di pasar.

Secara umum, inflow nol dan outflow yang besar tidak selalu berarti bahwa minat investor pada aset kripto seperti Ethereum menurun. Sebaliknya, bisa jadi investor hanya menunggu waktu yang lebih tepat untuk melakukan investasi tambahan.

Meski pasar menunjukkan volatilitas tinggi, ETF Ethereum Spot masih menjadi aset yang kuat dengan nilai kapitalisasi yang signifikan. Strategi investasi yang lebih hati-hati ini menunjukkan bahwa para pemain besar di industri kripto masih optimis terhadap kurs Ethereum dalam jangka panjang.

Tentang Palapa

Palapa melalui PT Global Karya Wisesa adalah perusahaan berbasis teknologi di garis depan inovasi blockchain dan aset kripto. Palapa memiliki visi mendorong adopsi dan pemanfaatan teknologi blockchain secara luas dengan menciptakan ekosistem yang mudah dan berfokus pada pengguna. Token Palapa (PLPA) sudah resmi terdaftar oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Dimana token Palapa telah masuk ke dalam daftar 545 aset kripto yang dapat diperdagangkan saat ini. PLPA dibangun menggunakan blockchain Ethereum dengan standar ERC-20. Seperti diketahui, Ethereum menyediakan platform yang kuat dan aman untuk perilisan dan pengelolaan token dengan memastikan transparansi dan interoperabilitas dalam ekosistem blockchain yang lebih luas.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Baca Lainnya

Anak Singkong di Little Tokyo

19 November 2024 - 16:50 WIB

Trading Bebas Swap di Dupoin: Semua yang Perlu Anda Ketahui

19 November 2024 - 14:12 WIB

Token Palapa Resmi Diperdagangkan di Bittime

18 November 2024 - 13:50 WIB

Port Academy Adakan Diklat IMDG Code di Tanjung Redeb, Tingkatkan Kompetensi Penanganan Barang Berbahaya di Pelabuhan

15 November 2024 - 03:17 WIB

Vishnu, Perjalanan dari Penjaga Pos Parkir hingga Peraih Penghargaan Personal Development di JCI Badung Bali

11 November 2024 - 20:36 WIB

Trending di EKONOMI BISNIS
error: Content is protected !!