Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

POTRET

Kelompok Tani Makmur Desa Kare Panen Raya Tomat Diatas Lahan Sengketa

badge-check


					Kelompok Tani Makmur Desa Kare Panen Raya Tomat Diatas Lahan Sengketa Perbesar

Madiun, RepublikNews – Lahan yang di sengketa antara warga desa Kare dan pt perkebunan kopi Kandangan ternyata menyimpan potensi yang sangat luar biasa.

Contohnya seperti yang dilakukan salah satu anggota kelompok Tani makmur bersama desa Kare ini juma’t 26-November-2020 melakukan panen raya Tomat 10 ribu pohon berada di 2 lokasi afdeling Kandangan dan afdeling Grenjeng.

Sayangnya status tanah yang mereka tanami masih dalam sengketa, seperti yang kita ketahui bersama bahwa masalah sengketa tanah pt perkebunan kopi kandangan pulosari panggungsari ini dengan warga desa Kare yang diwakili team 9 Kare Nyawiji ini sudah sampai di DPRD kabupaten Madiun (19/11/20).

Rosid Khoiril yang dikonfirmasi wartawan RepublikNews menjelaskan tanah kandangan ini sangat bagus untuk mengembangkan pertanian apalagi tanaman HORTI seperti tomat yang sekarang kita tanam, kenapa demikian…? tanahnya subur kandungan humusnya sangat bagus dan ph tanah stabil dan terletak 850 diatas permukaan laut sehingga sangat bagus untuk jenis tanaman Horti jelas Rosid Choiril.

Dan ketika ditanya terkait status tanah Rosid Choiril menerangkan bahwa statusnya masih sengketa dengan management kandangan dan saya berharap Pemerintah daerah segera turun tangan agar petani mendapatkan lahan yang layak untuk bercocok tanam dan status tanah yang jelas sehingga bisa meningkatkan sumber perekonomian petani terang Rosid Choiril.

Ditempat yang berbeda Yateno yang juga petani Hortikultura menjelaskan, kalau tanah Kandangan ini dikelola dengan baik Kabupaten Madiun bisa menjadi Sarangan Kedua setelah Magetan.

“kami berharap pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Madiun segera turun tangan membantu masyarakat untuk segera menyeleseikan sengketa tanah antara kami selaku pembahon dan management PT. perkebunan kopi Kandangan,” pungkasnya.

Reporter: Gus Dite, Biro Madiun

Baca Lainnya

AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi

2 Januari 2026 - 18:33 WIB

Gebyar Anniversary Ke-10 Media Berita TKP Di Shakila Guest House

21 Desember 2025 - 12:07 WIB

JNE Peduli Korban Bencana Sumatera dan Aceh Salurkan 500 Ton Bantuan Logistik

10 Desember 2025 - 13:09 WIB

FWJI “Go To Bali” Kunjungi Puri Ubud, Kapolsek Berikan Apresiasi

12 November 2025 - 21:49 WIB

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!