Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

KESEHATAN

Komatda Tingkat Kabupaten Tuban Gelar Rapat Koordinasi.

badge-check


					Komatda Tingkat Kabupaten Tuban Gelar Rapat Koordinasi. Perbesar

Tuban, RepublikNews.

Komite Mata Daerah (KOMATDA) Tingkat Kabupaten Tuban dalam upaya untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai mandat dalam rangka pencegahan angka gangguan penglihatan di Kabupaten Tuban dan berdampak pada turunnya angka prevalensi kebutaan di Jawa Timur , pada Rabu-Kamis ,04-05/09/2019 bertempat di Hotel Mustika Tuban, 27 orang Pengurus Komatda Kabupaten Tuban plus seorang Fasilitator melakukan Rapat Koordinasi penyusunan Rencana Strategis selama 5 tahun sebagai blue print dalam mengembangkan kegiatan operasionalnya.

Koordinator Bidang Pencegahan Komatda Tuban,Windu Budiati.SKM pada media RepublikNews menyampaikan bahwa untuk memperoleh Renstra yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah tentunya dibutuhkan komitmen bersama baik dalam proses penyusunan maupun dalam pengawalan implementasinya dilapangan.

“Komatda Kabupaten Tuban dalam rapat koordinasi ini menyusun Rencana Strategis selama 5 tahun dengan tahapan proses yang dilakukan secara partusupatif oleh 27 orang pengurus yang telah mendapatkan SK, yang mana Renstra akan diterjemahkan menjadi Rencana Kerja Tahunan sehingga sesuai dengan perkembangan situasi , serta menyusun Rencana Kerja Jangka Pendek selama 4 bulan.” terang Windu .

Lebih lanjut Windu Budiati yang juga menjabat sebagai Kasi Promkes dan Pemmas pada Dinkes Tuban menyatakan jika Jawa Timur memiliki angka prevalensi kebutaan yang cukup tinggi yaitu 4,4% dari total populasi usia > 50 tahun : 9.145.027 orang , dimana angka kebutaan Kabupaten Probolinggo sebesar 9.932 orang dan Kabupaten Tuban sejumlah 10.446 orang.Paramitra bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dan Tuban yang didukung oleh CBM Indonesia, berupaya untuk mengembangkan model praktek yang baik dalam meningkatkan cakupan penanganan/tindakan pencegahan kebutaan yang dapat dihindari, melalui upaya yang komprehensif dengan memperkuat kapasitas dan sistem kesehatan mata yang ada di Kabupaten Tuban dan Probolinggo.” jelas Windu.

Sebatas Informasi.
Bertempat di Ruang lantai 3 Gedung Setda kabupaten Tuban,pada kamis,02/05/2019, Komite Mata Daerah Kabupaten Tuban periode 2019-2022 secara resmi dikukuhkan dan di lantik oleh Wakil Bupati Tuban Ir.H.Noor Nahar Hussein.M.Si .

Kabupaten Tuban telah melakukan intervensi pada 11 Puskemas. Baik dalam Peningkatan Kapasitas SDM layanan tentang kesehatan mata (Katarak dan Refraksi), dan  alat penunjang sederhana untuk screening mata dan 4 set trial lense bagi 4 Puskesmas yang terpilih.

Sudah diserahkan juga satu  paket katarak set untuk RS NU dan RS Muhammadiyah.  Juga dilakukannya pelatihan dan mengelola kader perawat mata/cen sebanyak 222 kader. Mereka  dari 110 desa di bawah wilayah 11 Puskesmas intervensi.

Sedangkan di ranah pendidikan juga dilatih 55 guru dari SMP/MTS oleh cen dan dokter, dimana saat ini guru mulai berproses untuk melakukan screening ketajaman mata pada siswanya. Hal ini sebagai bentuk memperkuat system, dan mendorong tentang pentingnya institusi independen yang peduli terhadap gangguan penglihatan.(@nt).

Baca Lainnya

Cara Menghilangkan Benjolan di Leher Kiri

9 November 2024 - 10:22 WIB

Ciri-Ciri Bau Badan, Jangan Sampai Tak Sadar!

6 November 2024 - 15:35 WIB

Clixid Obat Apa? Cek Manfaat dan Cara Kerjanya

31 Oktober 2024 - 15:56 WIB

Kedutan di Pipi Kanan Atas Artinya Apa? Ini Menurut Medis!

31 Oktober 2024 - 13:49 WIB

Suntik KB 3 Bulan Tapi Tidak Menstruasi Apakah Bisa Hamil?

23 Oktober 2024 - 18:57 WIB

Trending di KESEHATAN
error: Content is protected !!