Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

ADVETORIAL

KPH Ngawi Menerima Kunjungan Ketua Tim Peneliti dari Universitas Gadjah Mada

badge-check


					KPH Ngawi Menerima Kunjungan Ketua Tim Peneliti dari Universitas Gadjah Mada Perbesar

Ngawi, RepublikNews –  Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi menerima kunjungan Prof. Moh. Naiem, Ketua Tim Peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di petak-petak penelitian tanaman Jati Plus Perhutani (JPP) yang berlokasi di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Walikukun dan BKPH Kedunggalar. Selasa (21/9/2021).

Pada kunjungan bertajuk Field Trip Clonal Forestry tersebut, Tim Peneliti UGM didampingi Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Perhutani, Endung Trihartaka, Wakil Kepala Divisi Regional Bidang Kelola Sumber Daya Hutan, Ratmanto, Jajaran PeFi, Kepala Perencanaan Hutan Wilayah II Madiun, Rudi Juniantoro, dan Administratur KPH Ngawi, Tulus Budyadi beserta jajarannya.

Endung menerangkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk media pembelajaran dan menunjukkan hasil uji lapangan beberapa klon jati unggul dengan berbagai model perlakuan pola tanaman dan pemeliharaan/ penjarangan.

“Dan sudah terbukti tanaman jati yang biasanya ditebang di atas umur 50 tahun sampai 80 tahun, hari ini kita bisa melihat tanaman jati yang umurnya 19 tahun diameternya sudah di atas 50 cm. Ini menjadi modal luar biasa bagi Perhutani ke depan untuk membangun hutan jati dengan klon-klon unggul sehingga mendapatkan hasil akhir daur yang optimal,” terangnya.

Sementara itu, Prof Moh. Naiem menegaskan bahwa Perhutani adalah satu perusahaan yang punya masa depan dan potensi yang gemilang dengan dikembangkannya tanaman JPP. Dengan tanaman jati klon unggul ini diharapkan bisa menghasilkan kurang lebih 330 m3 per Hektar pada umur 20 tahun.

Kegiatan yang diawali dari Petak 7 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gendingan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Walikukun ini, kemudian dilanjutkan ke Petak 61.a, Petak 53.n, Petak 63 dan diakhiri dengan diskusi di Petak 64.e RPH Sidolaju, BKPH Kedunggalar. @red

Baca Lainnya

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Pemkab Tuban Gelar UPacara Peringatan HUT Ke – 80 Provinsi Jawa Timur

16 Oktober 2025 - 12:26 WIB

Jalin Kemitraan, MPIR Korwil Jombang Gelar Halal Bihalal Lintas organisasi

18 April 2025 - 20:03 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!