Kurangnya Pengawasan Dinas PU Bina Marga Banyuwangi, Pengerjaan Proyek Jembatan Berantakan

Banyuwangi RepublikNews – Proyek pembangunan jembatan penghubung batas desa yang masih ada masa perawatan ternyata hanya di biarkan begitu saja, di duga tidak ada pengawasan dari dinas terkait. Lebih parah lagi pihak dinas baru turun cek lapangan setelah di konfirmasi oleh awak media.
Di beritakan sebelumnya di kabarkan Proyek Rehabilitasi Pembangunan jembatan penghubung batas Desa Temurejo dan Desa Seneporejo dengan menggunakan anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) diduga tidak sesuai dengan spek dan terbengkalai.
Proyek dari dinas pekerjaan umum dan tata ruang Banyuwangi dengan anggaran sebesar RP 180.595.000 dalam bentuk rehabilitasi jembatan penghubung batas desa temurejo dan desa seneporejo ambrol dan tidak berfungsi mengingat anggaran tersebut juga dibantu swadaya masyarakat sekitar.
Dalam keterangannya Kadis PU Cipta Marga dan Tata Ruang Mujiono jum’at 26 april 2019 saat di konfirmasi melalui pesen WhatApp mengatakan,” proyek tersebut masih dalam masa perawatan bertahap, rencana dilanjut thn 2019 dan masih masa pemeliharaan, jika ada yang retak akan diperbaiki. Namun saat di temui di kantornya selasa 30-04-2019, pihak Dinas tidak ada yang menjawab.
Proyek Jembatan Penghubung Ambrol, Dinas PUPR Banyuwangi Tutup Mata
Sementara itu dari pihak kontraktor saat di konfirmasi mengelak dan memberikan alasan bahwa penyebab rusaknya jembatan penghubung tersebut itu di sebabkan karena adanya pohon tumbang.
” jembatan itu rusak karena adanya pohon tumbang dan sudah di periksa oleh dinas yang bersangkutan,” jawabnya seakan tidak ada kesalahan dalam proyek yang ambrol dan mempersilahkan wartawan untuk menulis.
Pernyataan pihak rekanan/kontraktor di bantah oleh salah satu warga sekitar yang enggan disebut namanya, menurutnya jembatan itu sudah retak sebelum pohon tumbang.
“seberapa besarnya pohon yang tumbang itu mas, masa sampai retak dan hancur kayak gitu, dan lagi apa ya harus di biarkan seperti itu, kan gak ada fungsinya jembatan tersebut.” ungkap warga dengan nada kesal.
Ada kejanggalan yang nampak saat kontraktor mengirimkan foto pohon tumbang yang menyebabkan jembatan tersebut ambrol padahal pihak dinas terkait baru cek lapangan saat di konfirmasi oleh awak media. (narto/ris)