Lampung Utara: Diduga Data Fiktif “Nama Terdata di Sistem PKH” Namun Tidak Menerima Bantuan

Lampura, RepublikNews – Siapa yang harus disalahkan, Datanya apa Pejabat Pemerintahannya…? Diduga data fiktif termuat didalam sistem data Bank Mandiri basis data penerima Bantuan Sosial PKH. Pasalnya ada dua warga masyarakat yang namanya tercantum dalam data PKH namun tidak pernah menerima bantuan,dua warga yang di maksud yakni” Desi Felia warga Desa Kebon Dalam dan Rohayah warga Desa Pulau Panggung, Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Utara.
Dugaan data yang di fiktipkan oleh pengurus PKH tersebut terbongkar saat dua warga tersebut hendak membuat nomor rekening bank untuk menerima bantuan langsung tunai (BLT) namun pihak bank menolak karena keduanya sudah terdata didalam sistem Bantuan Sosial PKH milik bank mandiri KCP bukit kemuning (21-22/4/2020).
Karena ada penolakan pihak bank Desi Felia warga Desa Kebon Dalam sempat kaget dirinya disebut oleh salah satu Petugas/Karyawan Bank Mandiri,bahwasanya Dirinya sudah menerima bantuan PKH
“Selama ini saya tidak pernah menerima bantuan PKH tapi saat mau membuat buku rekening di bank mandiri bukit kemuning untuk menerima bantuan BLT saya di tolak dan di nyatakan saya sudah terdaftar sebagai penerima PKH”
Jelas felia
Senada di tempat terpisah Jamaluddin warga Desa Pulau Panggung mengatakan hal serupa,dirinya juga kaget disebut oleh Petugas Bank Mandiri Bukit Kemuning,bahwa istri nya yang bernama Rohayah masuk dalam data sistem penerima Bansos PKH
“Kami tidak pernah menerima bantuan PKH tapi kok bisa kalau kami terdata sebagai KPM bansos PKH”
Tambah nya
Di tempat terpisah pihak Petugas atau Karyawan BANK Mandiri Bukit Kemuning yang bernama Dimas.Membenarkan dalam sistem kami Nama keduanya memang ada.
“memang benar nama kedua warga tersebut terdaftar sebagai KPM bansos PKH tetapi belum ada dana yang tersalurkan dan masuk ke rekening mereka,berkaitan dengan belum adanya penyaluran Dana Bantuan tersebut itu bukan wewenang kami dan kami tidak mengetahui apa masalahnya,”
Papar dimas
Koordinator Daerah Program Bantuan Keluarga Harapan PKH yang juga terpisah.Menaungi beberapa bawahan seperti Korcam dan Pendamping PKH sekitar Kecamatan Abung Tinggi.
Saat di mintai keterangan Alex sebagai salah satu pengurus bantuan sosial PKH memjelaskan kepada awak media terkait permasalahan tersebut
“nama yang di maksud tersebut tidak hadir saat di undang untuk Palidasi di tahun 2018 dan alasan mereka tidak hadir saya tidak tahu dan juga berkemungkinan Data yang di temukan dalam sistem Bank itu bisa saja Data Terpadu Kemiskinan untuk Bantuan Pangan Non Tunai BPNT.” pungkasnya.” (Arm)