Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

ADVETORIAL

“Lestarikan Seni Budaya Bangsa” PEPADI Magetan Gelar Wayang Kulit Di Desa Bungkuk, Parang

badge-check


					“Lestarikan Seni Budaya Bangsa” PEPADI Magetan Gelar Wayang Kulit Di Desa Bungkuk, Parang Perbesar

Magetan,Republiknews.id– Dengan tujuan mengangkat dan melestarikan seni budaya bangsa, KPSBN (Komunitas Pelestari Seni Budaya Nusantara) Kabupaten Magetan Jawa Timur berkolaborasi dengan PEPADI ( Persatuan Pedalang Indonesia) Kabupaten Magetan kembali mengadakan budaya pagelaran wayang kulit, yang pelaksanaannya di adakan di Desa Bungkuk Kecamatan Parang.

Pagelaran tersebut merupakan pelaksanaan yang ke-9 dari 21 titik yang di selenggarakan di wilayah Kabupaten Magetan. Adapun yang hadir turut menyaksikan pegelaran tersebut di antaranya dari Pembina KPSBN ( secara virtual), Forkompinca Parang, Kades se-Kecamatan Parang, Ketua PEPADI Magetan serta tokoh masyarakat.

Di awal rangkaian acara Munirul Ichwan, Kepala Desa Bungkuk menyampaikan ucapan terimakasih kepada KPSBN dan PEPADI Magetan yang di percaya dalam pelaksanaan pagelaran wayang kulit di adakan di desanya.
“Ini suatu kehormatan, di beri kepercayaan di adakannya pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan di desanya. Semoga dengan adanya pagelaran wayang kulit ini nantinya bisa menambah kearifan lokal untuk bisa nguri-nguri budaya jawa, “ungkapnya dalam sambutan, Sabtu (15/10/2022) malam.

Di akhir sambutan Munirul Ichwan mengharapkan ke depan nantinya pagelaran wayang kulit dilaksanakan setiap tahun di Desa Bungkuk.

Di tempat yang sama Muslimin, Ketua PEPADI Magetan juga mengungkapkan dalam sambutan yang mengatakan bahwasanya kegiatan pagelaran wayang kulit yang di adakan di Desa Bungkuk ini merupakan kegiatan safari budaya di malam ke-9 yang wujudnya adalah “pagelaran rengkit Purwo atau rengkit wayang” yang ada di 21 titik di setiap kecamatan. Dengan harapan nantinya bisa memotivasi generasi muda yang punya bakat jadi dalang.

Di puncak acara Kepala Desa Bungkuk dalam pembukaannya secara langsung menyerahkan pewayangan kepada camat Parang. Dan di teruskan penyerahannya kepada dalang Gurit Jamalludin dengan lakon “Parikesit Jumeneng Ratu”.

Dalam pagelaran wayang kulit yang di selenggarakan, masyarakat sangat antusias mengikuti dari awal sampai acara. Apalagi dalam acara tersebut di suguhkan hadiah-hadiah door prize dengan pengundian sebagai bentuk menghibur di sela acara.(w.i)

Baca Lainnya

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Pemkab Tuban Gelar UPacara Peringatan HUT Ke – 80 Provinsi Jawa Timur

16 Oktober 2025 - 12:26 WIB

Hanoman Obong, Semarakkan HUT Ke 80 Republik Indonesia

24 Agustus 2025 - 19:55 WIB

Trending di BUDAYA
error: Content is protected !!