Limbah PT. SAI Jadi Rebutan, Ratusan Warga Lakukan Unjuk Rasa

Mojokerto, RepublikNews – Ratusan warga Desa Lolawang Kecamatan Ngoro lakukan unjuk rasa di depan pabrik PT. Surabaya Autocomp Indonesia (SAI) yang memproduksi kabel menuntut limbahnya diserahkan ke warga Desa Lolawang. Senin, 02/11/2020.
Unjuk rasa yang kali kedelapan ini juga didatangi Ormas Pemuda Pancasila dari Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Sidoarjo dan Malang.
Maksud dari unjuk rasa ini adalah agar limbahnya dikelola oleh warga setempat dan pihak PT. SAI selaku ingkar janji
Akh Saiful Rozi salah satu warga Lolawang mengatakan ” Limbah atau avalan PT. SAI terdiri dari
botol minuman dan kardus yang dikelola CV Prima Pribadi dan CV. Giri Meru, dimana setiap hari sekitar 8 truk setiap hari, Sedangkan yang B3 yaitu skrap bekas potongan kabel tembaga dikelola oleh PT. AlRASYID Limbah tersebut kalau dijual bisa laku 4-5 milyard/bulan.”
Masih kata Saiful, harapan warga jika limbah itu diserahkan ke warga maka dananya akan dibuat untuk pembangunan, untuk menyantuni warga tidak mampu, beasiswa anak sekolah yang berprestasi serta infrastuktur pendidikan dan nantinya dana tersebut akan dikelola oleh BumDes.
Kami tetap akan menutup pintu masuk Pabrik serta melarang limbahnya dikeluarkan sampai MoU kami disepakati oleh pihak PT. SAI, pungkas Saiful.
Reporter
Heni, Biro Mojokerto