Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

PENDIDIKAN

LMND Geruduk Gedung Dewan Suarakan Aspirasi Pendidikan.

badge-check


					LMND Geruduk Gedung Dewan Suarakan Aspirasi Pendidikan. Perbesar

Tuban, RepublikNews.

Hari Pendidikan Nasional 2019 merupakan momentum bagi LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi) untuk menyuarakan tuntutan mereka atas ketidakpuasan dalam pelaksanaan dunia pendidikan di Indonesia.

Massa yang terdiri Sekitar 20 orang anggota LMND pada hari Kamis,02/05/2019 mendatangi kantor DPRD kabupaten Tuban yang berada di Jl.Letda Sucipto,dengan membawa berbagai poster yang berisi tuntutan mereka ingin menemui ketua Dewan,walaupun sempat terjadi ketegangan antara anggota LMND dengan anggota Polres Tuban yang berjaga di depan pintu masuk gedung Dewan tetapi dengan sigap anggota Polres bisa menangani.

Ketua DPRD kabupaten Tuban Miyadi akhirnya keluar menemui massa untuk mendengar aspirasi yang disampaikan oleh LMND,
” Saya berterima kasih atas penyampaian aspirasi dari sahabat-sahabat LMND,sudah kewajiban kami untuk menyerap dan mengkaji atas usulan ,siapapun warga negara berhak menerima pendidikan yang layak,namun sudah menjadi kewajiban kita bersama dalam rangka untuk mendidik warga kita agar warga kita tidak tertinggal dalam dunia pendidikan,saya yakin sahabat-sahabat adalah cendikia, adalah contoh intelektual mahasiswa,mari kita buat gerakan yang sempurna,yang santun sehingga apa yang sahabat-sahabat perjuangkan membuahkan hasil yang baik.” kata Miyadi.

Ketua LMND eksekutif KabupatenTuban Zaenal Arifin kepada Rnews Tuban menyampaikan bahwa ” Biaya Pendidikan yang semakin mahal,mencegat kesempatan rakyat Indonesia untuk mengakses pendidikan tinggi,ini yang membuat angka partisipasi Pendidikan tinggi kita tetap rendah meskipun jumlah lembaga pendidikan tinggi sangat banyak di Indonesia,selain itu, melalui UU pendidikan tinggi, perguruan tinggi semakin dipaksa mempererat hubungan dengan dunia industri,tak heran jika kurikulum dan orientasi pendidikan kita semakin rasa pabrik.

Membaca kenyataan pahit dalam dunia pendidikan kita tentunya negara harus dipanggil kembali kewajibannya untuk mengurusi penyelenggaraan pendidikan Nasional, mulai dari persoalan pembiayaan, infrastruktur, kurikulum, kelembagaan hingga soal metode pengajaran, karena selama syarat-syarat kemajuan itu tidak dilaksanakan maka cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa tidak akan menemui jalannya.” terang Zaenal Arifin.(@nt).

Baca Lainnya

Pelaksanaan PKPA DPC PERADI SAI SIDOARJO RAYA Mencetak Advokat Profesional Dan Berintegritas

26 April 2025 - 20:07 WIB

Najwaa Alyaa Priyanti: Jembatan Pengetahuan Dari Mahasiswa untuk Mahasiswa di Dunia Digital

24 Oktober 2024 - 14:06 WIB

Proyek Lokavita Milik Siswa Sekolah BINUS Buka Akses Pendidikan Berkualitas dan Pemberdayaan Ekonomi di Bantar Gebang

18 Oktober 2024 - 11:45 WIB

Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry: Perempuan Boleh Kok Jadi Pemimpin

24 Juli 2024 - 20:39 WIB

Coach Priska Sahanaya Ungkap Rahasia Impactful Public Speaking yang Menginspirasi di SMA Bunda Hati Kudus

1 Juli 2024 - 21:17 WIB

Trending di IPTEK
error: Content is protected !!