Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

INVESTIGASI

Mana Bantuannya…? Keluh Warga Mojoranu “Kami Yang Miskin Hanya Jadi Saksi”

badge-check


					Mana Bantuannya…? Keluh Warga Mojoranu “Kami Yang Miskin Hanya Jadi Saksi” Perbesar

Mojokerto, RepublikNews – Dalam kondisi yang serba sulit masyarakat berharap keadilan, tapi apa yang dirasakan masyarakat Mojoranu jauh dari harapan, dengan adanya kejadian ini mana yang namanya Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Dasyatnya pengaruh yang di timbulkan COVID19 dan hilangnya kebebasan warga masyarakat untuk melakukan aktivitas/bekerja seperti biasanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan hidupnya, belum lagi kebijakan – kebijakan Pemerintah yang tidak sesuai dengan pelaksanaannya menjadi rubrik hangat ditengah masyarakat.

Bantuan bantuan yang di gembar – gemborkan banyak yang tidak tepat sasaran. Orang mampu menerima bantuan pemerintah, sedangkan yang tidak mampu hanya menjadi saksi hidup untuk penerima bantuan yang tidak selayaknya tidak menerima.

Jeritan masyarakat miskin sudah lama terjadi, akan tetapi para perangkat dan pimpinan desa hanya membisu kata salah satu warga. Bahkan beredar isu bahwa warga yang sudah meninggal masih terdata sebagai penerima bantuan pemerintah.

Hal ini terjadi di dusun Mojoranu RT.04/RW.01 desa Mojoranu kecamatan Sooko kabupaten Mojokerto, keluhan warga miskin ini bukan kesekian kali diutarakan ke perangkat desa, namun keluhan keluhan itu tidak ada tanggapan dari pihak pemerintahan desa setempat.

Menanggapi keluhan warga ini salah satu warga berinisiatif berkumpul di warung salah satu warga dan mengundang awak media RepublikNews. Mayoritas puluhan emak emak berkumpul, ada sekitar 20-25 warga dusun pada mengutarakan keluhannya kepada awak tim media RepublikNews.
Hasil dari konfirmasi dan informasi serta keluh kesah warga, tim mencoba mendatangi perangkat desa yang di maksud dalam hal ini Kepala Dusun (Kasun).

Kepada RepublikNews, Kasun memberikan keterangan bahwa data penerima bansos mengacu pada data sensus yang lama, yang selama ini pendataan dilakukan oleh pihak pendamping desa.

Sementara itu di kantor desa jam 10.30 sudah sepi tidak ada yang bisa dikonfirmasi baik kades, sekdes, bayan maupun perangkat lainnya, la kalau begini caranya kerjanya mana mungkin bisa maxiimal pelayanan terhadap masyarakat. (Ndet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemilik Lahan Komplotan Pencuri BBM/Solar Di Sumobito Jombang, Kabur Dan Hilangkan Barang Bukti Di TKP

10 Februari 2026 - 18:08 WIB

Terlindungi: Maling BBM Jenis Solar Oper Tangki Di Talun Kidul Sumobito Wilayah Hukum Jombang

8 Februari 2026 - 14:23 WIB

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35

29 Desember 2025 - 17:14 WIB

Trending di INVESTIGASI
error: Content is protected !!