BERITA UTAMAINVESTIGASI

Mengharukan…Korban Dugaan Malpraktek Terima Santunan Rp. 200 Ribu dan Sebungkus Obat Dari Sang Dokter

Surabaya, RepublikNews – Dokter mempunyai peran sentral dalam memberikan pelayanan kesehatan. Maka dalam melaksanakan tugas keprofesiannya, seorang dokter harus mempunyai karakter 3 K, yakni Kesantunan, Kesejawatan dan Kebersamaan. Tiga (3) K ini diwujudkan berdasarkan UU nomor 20 tahun 2013 yang bertujuan menghasilkan dokter berbudi luhur, bermartabat, bermutu dan berkompeten.

Bukannya malah plin-plan dalam berucap, bisa mengatakan tapi tidak mampu melaksanakan apa yang dikatakannya sendiri. Seperti yang di lakukan kedua dokter yang buka praktek di Panjangjiwo Surabaya ini. Dr. Icha S dan dr. Yoppy Agung Priambodo, mereka adalah pasutri yang profesinya sama dan membuka praktek di tempat yang sama.

Berawal dari kejadian yang menimpa B. Sri, yang diduga telah menjadi korban Malpraktek akibat suntikkan yang diberikan oleh perawat Dr Icha S Nugrahani. Para hari ini Jum’at (15/04/2022) Dr. Icha mendatangi pasien (Korban…red) di kos – kos an yang beralamatkan Jalan Nginden Kota Surabaya.

Kedatangan Dr Icha di dampingi oleh suaminya yaitu dr Yoppy bersama salah satu susternya memberikan amplop yang didalamnya uang sebesar Rp 200.000,- Diduga Uang yang diberikan kepada korban tersebut untuk menyuap agar permasalahan yang menimpa Bu Sri (Pasien /Korban…red) agar berhenti dan tidak diketahui oleh publik.

Baca Juga :  KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa Gelar Kunker di Surabaya

https://www.republiknews.id/2022/04/15/str-dan-sip-dr-icha-s-buka-praktek-layak-dipertanyakan/

 

Pasalnya, dari hasil pertemuan awak media ini, (kamis malam,14/04/2022) sebagai perwakilan keluarga pasien sekaligus penerima pengaduan seperti dalam berita yang di angkat sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan kedua dokter tersebut di rumahnya yang sekaligus juga tempat prakteknya untuk berdiskusi dan mencari langkah terbaik buat pasiennya.

Dr. Icha yang sebelumnya meminta agar bisa segera ada solusi buat kebaikan pasien dengan melalui mediasi di malam itu, agar pasien bisa di bawa ke tempat prakteknya untuk di obati dan di beri perawatan lebih instensif sebagai bentuk pertanggungjawaban akibat bekas suntikkan yang membengkak, memar merah, bernanah dan berdarah.

Dan sekaligus mengharapkan agar permasalahan ini tidak sampai berlanjut di hari jumat (15/04/2022) karena mengingat katanya dia mau ke Jakarta di Jumat siang karena kegiatan kedokteran.

Baca Juga :  Kejuaraan Terbuka Tenis Meja Dihelat di GOR Hayam Wuruk Makodam Brawijaya

Ternyata Jumat siang itu jam 09.00 Wib, dokter Icha bersama dr. Yoppy dan perawatnya telah mendatangi rumah pasiennya yaitu B. Sri. Apa yang di lakukan kedua dokter ini terkesan ingin lepas tanggung jawab, dan merasa dengan memberikan uang rp. 200.000 serta obat, derita pasien bisa hilang begitu saja.

Dua jam setelah dari tempat tinggal pasien, tiba tiba sekitar jam 11 Wib, melalui pesan whatsApp dr, Yoppy mengatakan terkait masalah ini mulai sekarang silahkan menghubungi tim pengacara, dengan menyebutkan nama pengacaranya serta memberikan nomor telfon pengacara tersebut.

Hal yang sangat janggal, kenapa kedua dokter melakukan hal tersebut, ada apa..? Sehingga terkesan mencari perlindungan dan melepas tanggung jawab dari apa yang sudah di alami Bu Sri, akibat pelayanan yang mengakibatkan dia menderita infeksi di bekas suntikkan.

B. Misni atau yang akrab di panggil Bu Sri saat di datangi tim awak di tempat kos kosnya mengatakan, bahwasannya kedatangan dari Dr Yoppy dan dr. Icha sekitar pukul 09.00 Wib pagi tadi bersama susternya tersebut membuatnya kaget.

Baca Juga :  Atasi Polusi Udara dengan Hunian yang Bersih

“Dr. Icha dan Dr Yopyy kesini saya kaget mas, dan Ia memberikan saya Amplop, saya belum lihat isinya, dan ini baru saya lihat ada mas nya. Saya bilang ke Dr Yoppy,”Apa Ini Pak, Saya Gak Mau, Gak Usah Pak. Dan Dr Yoppy bilang,”Ibu kan Jualan, Sekarang Gak Jualan, Udah Ini Buat Ibu,”terangnya.

Hingga berita ini di turunkan kembali, dr. Icha tidak bisa di konfirmasi, di hubungi melalui pesan WhatsApp tidak merespon dan terkesan mengabaikan. Pemberian Obat dan Sejumlah Uang Dari Dr. Icha S Kepada Pasien, oleh pasien di nilai sangat menyepelekan, tidak ada artinya di banding dengan rasa sakit yang dia alami 2 bulan ini akibat bekas suntikkan yang di alami. (*Red49)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!