Meski Diprotes User PBT Yang Melakukan Demo, Peletakan Batu Pertama Pasar Modern Ha-Ka Style Tetap Berlanjut.

Tuban, RepublikNews
Puluhan orang pemilik Kios/Stan/ Los di dalam Pasar Besar Tuban yang tergabung dalam paguyuban (PBT) melakukan unjuk rasa terkait dengan adanya peletakan batu pertama pembangunan Ha-Ja Style Tuban ,Kamis,17/10/2019.
Mereka menuntut hak-haknya diselesaikan terlebih dahulu sebelum pemkab Tuban melakukan ground breaking.
Sebab, Kios/stand/ Los yang telah mereka beli belasan tahun silam ( sekitar tahun 2000) dihancurkan dan diratakan dengan tanah oleh pengembang PT.Hutama Karya tanpa sepengetahuan mereka.
Hal itu disampaikan Ketua Paguyuban User PBT, Zuana dihadapan awak media bahwa kedatangannya bersama puluhan user PBT meminta keadilan karena selama ini pertemuan dengan Disperindag dan pihak pengembang tidak pernah menemukan hasil.
Dikatakan oleh Zuana, bahwa pihaknya meminta kepada Pemkab Tuban dan pengembang untuk mengembalikan fungsi pasar sesuai dengan konsep awal yaitu sebagai pasar tradisional untuk kalangan menengah ke bawah,jika itu tak dipenuhi puluhan user itu meminta pengembalian uang sebesar 15 kali dari dana yang sudah disetor untuk pembelian kios/ stand / Los.
“Kami tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan rencana pembangunan , ini sebagai bentuk diskriminasi dan penindasan terhadap kami sebagai user, kami meminta Pemkab Tuban dan pihak pengembang untuk menunda peletakan batu pertama revitalisasi pasar sampai urusan dengan user diselenggarakan semua.” kata Zuana dalam orasinya.
Sementara itu Bupati Tuban yang menemui para user yang sedang berunjuk rasa meyakinkan para user bahwa Pemkab Tuban akan memberi solusi terbaik bagi semua pihak.
Sebatas diketahui , Bupati Tuban bersama Direktur Utama PT Hutama Karya Realtindo (HKR) serta Forkopimda dan pejabat HKR, sejumlah pimpinan OPD,Perbankan dan sejumlah instansi vertikal lainnya tetap melakukan peletakan batu pertama pembangunan Ha-Ka Style Tuban, Kamis (17/10/2019).
Berlokasi di luas lahan mencapai 5,7 hektar bekas Pasar Besar Tuban (PBT) di kelurahan Perbon, Tuban, pembangunan Ha-Ka Style Tuban akan mencakup pasar modern.
Bupati Huda menekankan agar pembangunan segera dilakukan sehingga bisa cepat selesai dan tidak melebihi batas waktu yang direncanakan. Pemkab Tuban terus memonitoring setiap progress pembangunan pasar modern pertama di Kabupaten Tuban , dia juga mengisyaratkan permasalahan yang muncul dapat diselesaikan dengan musyawarah. Polres Tuban siap memediasi semua pihak yang bersangkutan pembangunan pasar modern ini, sehingga menemukan solusi terbaik.
Dirut PT HKR, Ari Widiantoro menerangkan pembangunan Ha-Ka Style Tuban memiliki nilai investasi mencapai 280 milyar. Pada tahap pertama, akan dibangun pasar modern dan wahana wisata yang ditargetkan dapat selesai dalam kurun waktu satu tahun. Selanjutnya, di tahap kedua akan dibangun city walk dan hotel.
Ari Widiantoro menambahkan HKR berupaya membangun kawasan perdagangan modern yang terintegrasi dengan wisata dan hotel agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, menyerap tenaga kerja, dan ikut memajukan Kabupaten Tuban. Kami sampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Tuban dalam pengembangan pasar modern Tuban.
Sementara itu,Ketua DPRD Tuban HM.Miyadi meminta kepada Disperindag Tuban agar segera menyelesaikan polemik terkait revitalisasi antara pengembang dan user kios di PBT.
“Setelah ada protes dari user, sebaiknya pemkab segera mencari solusi skan tidak terjadi permasalahan dikemudian hari, titik temu dan persamaan persepsi sangat penting agar bisa melancarkan proses pembangunan,sebaiknya user sering komunikasi dengan Disperindag, sejauh ini kami belum pernah menerima aduan dari masyarakat terkait polemik PBT ini, namun kami tetap membuka ruang dan siap memfasilitasi bagi masyarakat yang akan menyelesaikan masalah ini .” ucap Miyadi.(@nt).