Miris… Akses Jalan Pekon Bumi Agung, Tak Ada Perhatian Pemerintah Lampung Barat

LAMPUNG BARAT | Pemerintahan Pekon merupakan unit terdepan (ujung tombak) dalam pelayanan kepada masyarakat, menjadi tonggak strategis untuk keberhasilan semua program Pemerintah salah satunya yaitu pembangunan infrastruktur Jalan Pekon.
Jalan Pekon menjadi jalur utama keluar masuknya perputaran perekonomian masyarakat, sebagai prasarana transportasi yang mampu memberikan pelayanan pendukung seperti dalam bidang pendidikan, perdagangan, pekerjaan dan lain-lain.
Pekon Bumi Agung adalah salah satu Pekon yang berada di kecamatan Belalau , Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung yang berjarak lebih kurang 24 Km dengan ibu kota Kabupaten (Liwa) .
Masyarakat Pekon Bumi Agung di dominasi oleh petani kopi yang mengakibatkan perlunya akses jalan memadai untuk hasil panen kopi menuju kios jual beli hasil bumi ( bos kopi ) terdekat.
Jika dilihat sejak 5 tahun terakhir sampai sekarang ini belum ada perawatan dan peningkatan pembangunan infrastruktur jalan di Pekon Bumi Agung dimana ditahun-tahun sebelumnya pembangunan fisik masih kurang, terkhusus perbaikan jalan belum mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah kabupaten maupun provinsi .
Peningkatan pembangunan Pekon pada hakekatnya adalah sebuah proses perubahan yang terus menerus, yang pembangunan sebelumnya harus di tingkatkan atau tingkat pembangunannya di lanjutkan untuk kemajuan dan perbaikan menuju kearah yang lebih baik.
Mengingat kondisi cuaca yang akhir-akhir ini kerap turun hujan deras, ruas jalan Pekon Bumi Agung berlobang lobang dan sudah terlihat tanah dasar badan jalan untuk kendaraan Roda empat sudah sangat sulit untuk memilih jalan yang bisa di lewati sehingga roda kendaraan masuk lobang jalan dan perlu di bantu oleh penduduk setempat untuk mendorong kendaraannya yang terjebak di lubang jalan uang sudah dalam. Lebih mencemaskan lagi jika anak sekolah saat melalui jalan yang sudah rusak itu jatuh dari kendaraan roda duanya.
Penulis khawatir kondisi kerusakan jalan pekon akan semakin parah bila terus dibiarkan. Ternyata bukan hanya di satu titik saja hampir keseluruhan jalan di desa ini terlihat rusak parah, mulai dari pemangku 3 dan pemangku 1 pekon Bumi Agung, akibatnya warga yang mengendarai kendaraan bermotor sulit untuk melintas di jalan tersebut.
Kondisi jalan seperti ini rawan sekali akan terjadinya kecelakaan ringan hingga berat dan juga kerusakan kendaraan motor milik masyarakat.
Berdasarkan pernyataan dari masyarakat Pemangku 3 bandakh gunung kemala yang bernama Firdaus ” Dengan kondisi jalan seperti ini masyarakat yang terkena dampaknya berusaha bahu membahu gotong royong demi agar paling tidak bisa di lewati ” keluhnya.
Jika di lihat dari segi aspirasi pada pemilu legislatif 5 tahun lalu setidaknya ada 4 orang putra daerah Kecamatan Belalau dan yang menjabat sebagai DPRD Lampung Barat dan wakil bupati, sangat di sayangkan jika tidak ada perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur di Pekon Bumi Agung.
Pada tahap pembangunan pihak pemerintah kabupaten seharusnya mampu memainkan peran sebagai pendorong/penggerak guna memacu pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Karena itu pembangunan pekon dengan segala permasalahannya merupakan pembangunan yang langsung berkaitan dengan sebagian terbesar masyarakat yang berada ditingkat pekon dan diharapkan peratin menjadi penggerak ditengah-tengah masyarakat dalam rangka mencapai tujuan dan menuju kearah yang lebih baik bagi masyarakatnya.
Masyarakat berharap pemerintah ataupun instansi terkait memperhatikan permasalahan ini, karena hal ini menyangkut kebutuhan masyarakat setempat dan juga pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan berkelanjutan yang diharapkan dapat dirasakan semua pihak. (Nur)