PERISTIWA

Nasib Ibu Muda Yang Lumpuh Paska Melahirkan Lewat Operasi Caesar

Situbondo, RepublikNews ~ Terasa sangat miris nasib yang dialami oleh Fitriyatul Hasanah (29) seorang ibu muda asal dusun wilayah kecamatan Kapongan kabupaten Situbondo Jawa Timur.

Beban derita itu, mulai berat ia rasakan ketika pasca melahirkan lewat operasi Caesar di rumah sakit. Namun karena suatu hal dan keadaan sehingga membuat dirinya terpaksa melakukan perawatan mandiri dirumah disebabkan pada faktor keterbatasan biaya.

Dalam kondisi lemah dan hanya bisa terbaring tanpa daya di peraduannya Ia mengungkapkan, “Awal saya masuk rumah sakit memakai umum karena saya tidak mempunyai KIS, Jampersal dan BPJS. Namun karena keterbatasan biaya, saya dibawa pulang dengan catatan rawat jalan”. Ujar nya.

Baca Juga :  Komitmen Keberlanjutan Bank Bumi Arta Tanam 500 Mangrove di Pantai Indah Kapuk

Cerita malang pun tak dapat terhindarkan, Setelah melahirkan dengan melaksanakan operasi tersebut ia dinyatakan lumpuh dan harus di rujuk ke rumah sakit yang ada di Surabaya. Namun keluarga nya tidak mampu dan tak memiliki biaya yang cukup untuk membawa ke rumah sakit Surabaya. Ia harus pasrah pada kondisi penyakitnya karena masalah ekonomi.

Sementara Sumarsono (Suami) yang kesehariannya sebagai penarik becak menjelaskan, Sebelumnya ia berkeliling di area Situbondo untuk mencari penumpang dengan modal mengayuhkan pedal, ia berjibaku keringat memenuhi kebutuhan keluarga ditengah Pandemi dan sulitnya ekonomi. Namun semenjak kelumpuhan istri nya, pria ini mengaku sudah tidak lagi bekerja, hanya karena ingin merawat istri serta bayinya yang baru dilahirkan.

Baca Juga :  KAPOLRES SITUBONDO BERSAMA KADISKOPERINDAG SIDAK DISTRIBUTOR DAN REPACKER MINYAK GORENG CURAH

Menurut pantauan awak media kami, hanya dia satu-satunya yang menjadi tulang punggung keluarga. Ketika ia menceritakan kesedihannya saat mengalami banyak kesulitan semenjak datangnya musibah kelumpuhan istrinya. Dalam kesulitan kondisi keluarganya, ia banyak berharap pengobatan serta kesembuhan. Namun untuk memiliki itu semua memerlukan biaya yang tidak sedikit harus dikeluarkan.

Abang becak di kabupaten Situbondo ini merasakan kondisi darurat, pelik dan cukup sulit, tak mempunyai biaya untuk mengobati istri ditambah lagi bayi yang masih memerlukan perawatan khusus.

Ia mengatakan, “Hanya dengan cara mengayuh becak saya bertahan hidup, lalu dengan cara apa dan bagaimana saya bisa mendapatkan biaya tersebut sedangkan untuk melakukan pekerjaan dan kegiatan sehari-hari, istri dan bayi masih sangat perlu perawatan dan perhatian saya” keluhnya.

Baca Juga :  Komandan Puslatpurmar-5 Baluran, Ziaroh Makam Pahlawan Nasional

Reporter
Agung, Biro Situbondo

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!