Menu

Mode Gelap
PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !! Pemilik Dapur SPPG Kasiman 1 Bojonegoro dan Yayasan Jaya Cahaya Lestari Di Polisikan Satgas Saber Pangan Tancap Gas Jelang HBKN, 9.138 titik Diawasi, Pelanggar Diberi Sanksi ! Penyidik JAM PIDSUS Menetapkan 11 Tersangka Dalam Perkara Ekspor CPO dan Turunannya (POME) Periode 2022-2024

ADVETORIAL

Pacu Peningkatan Ekonomi Masyarakat, PemDes Bajang Adakan Kegiatan Pemberdayaan

badge-check


					Pacu Peningkatan Ekonomi Masyarakat, PemDes Bajang Adakan Kegiatan Pemberdayaan Perbesar

Ponorogo,Republiknews, Menjadikan kejayaan masa lalu sebagai tema produk dari salah satu giat pemberdayaan yang saat ini tengah di kembangkan Pemerintah Desa Bajang Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Jawa Timur.

Produk batik Desa Bajang yang mengambil tema daun randu tersebut, merupakan salah satu hasil dari beberapa produk pemberdayaan masyarakat desa Bajang yang di harapkan mampu bersaing di percaturan ekonomi pasar bebas ke depan.

Dalam pertemuannya dengan Republik News pada Rabu, (8/12 2021). Kepala Desa Bajang Ninik Setyowati, SE. mengulas alasannya memilih tema “randu” sebagai ciri khas produk batiknya. Ia menyampaikan bahwa dulunya, Desa Bajang merupakan satu satunya desa di Kabupaten Ponorogo atau bahkan mungkin di Jawa Timur, yang memiliki produk unggulan kasur berbahan dasar kapuk (kapas randu).

Bahkan nama Desa Bajang pernah melejit dan mengalami masa jaya pada produk unggulan kasur kapuk yang ada, meski pada akhirnya harus tergerus oleh arus jaman dengan membanjirnya  produk baru berbahan busa dan lainnya.

“Jadi randu itu sempat booming di bajang ini, dan bajang adalah satu satunya desa di Ponorogo sebagai penghasil kasur yang berbahan dasar kapas dari randu. Jadi kami ingin bajang ini kembali moncar (terkenal), dengan membatik bermotif randu baik itu daunnya maupun bunganya”. Terang Kepala Desa Bajang tersebut kepada awak Republik News.

Dalam tahap awal pengembangan produksi Pemerintah Desa Bajang juga  merangkul beberapa pihak yang berhubungan dengan batik untuk memperkuat segi produksi maupun dalam hal pemasaran ke depan.

Ninik juga menyampaikan bahwa ke depan peran BUMDes akan sangat strategis di dalam turut membantu mulai dari produksi sampai pada pemasaran.  Ia juga optimis bahwa batik randu Bajang merupakan salah satu produk pemberdayaan yang kelak turut mendongkrak peningkatan ekonomi masyarakatnya ke depan.

Seperti ketahui bahwa selain membatik, ada berbagai pelatihan yang di adakan pemerintah desa Bajang dalam memberdayakan masyarakatnya, antara lain pelatihan kecantikan, penggemukan hewan ternak, pembuatan kue dan masih banyak lagi.

 

(Iwn)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Pemkab Tuban Gelar UPacara Peringatan HUT Ke – 80 Provinsi Jawa Timur

16 Oktober 2025 - 12:26 WIB

Jalin Kemitraan, MPIR Korwil Jombang Gelar Halal Bihalal Lintas organisasi

18 April 2025 - 20:03 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!