PERISTIWA

Paska Insiden Rontoknya Patung Kongcu Kwan Sheng Tee Khoen. Ketua DPRD Tuban :  Jangan dibangun kembali, takutnya ada efek penolakan dari masyarakat lagi.

Tuban, RepublikNews

Terkait dengan adanya kejadian mengenai Rontoknya Patung Dewa Perang Yang Mulia Kongco Kwan Sheng Tee Koen yang berada di halaman belakang Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban yang juga merupakan patung tertinggi se-Indonesia, memecahkan rekor MURI dengan nomor register 7.996 pada juli 2017, diresmikan Zulkifli Hasan sebagai ketua MPR saat itu pada tanggal 17 Juli 2017 , dan peresmian patung itu sendiri hanya terpaut sehari pasca peringatan ke 1857 kelahiran Panglima perang yang dikenal bijak serta adil tersebut tiba – tiba rontok, pada hari Kamis .16/04/2020 ,

Ketua DPRD Kabupaten Tuban HM. Miyadi.S.Ag.MM  angkat bicara.
Miyadi menyarankan kepada pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban agar patung yang telah runtuh tidak dibangun kembali. Alasannya, demi menghindari polemik ditengah-tengah masyarakat.

“Saran saya tidak dibangun kembali, agar tidak terjadi polemik.” kata  Miyadi , pada .Sabtu, 18/04/2020.

Menurutnya, jika pengurus kelenteng nekat mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ke pemerintah, maka saran agar tidak diberikan izin. Tetapi itu menjadi kebijakan pemerintah daerah untuk mengeluarkan izin mendirikan bangunan.

“Dan jika pengurus Kelenteng mengajukan izin ke pemerintah, saran saya agar tidak diberikan izin.” kata politikus asal PKB itu.

Miyadi berpendapat ,  agar tidak terjadi polemik dan menciptakan Tuban damai, maka pihak kelenteng harus sadar diri. Yakni patung yang telah runtuh ini supaya tidak direncanakan pembangunan kembali.

“Biar Tuban adem ayem, maka pihak kelenteng harus menyadari. Sudah ditutup saja dan tidak direncanakan pembangunan kembali.” pintanya.

Baca Juga :  Pemkab Tuban Peringati Hari Otonomi Daerah Ke-23 dan Hari Kartini.

Ketua DPRD Tuban itu menyinggung, dulu pembangunan patung sempat dilarang karena pengurus kelenteng tidak mengantongi IMB. Tetapi pihak kelenteng memaksa untuk dilanjutkan pembangunan hingga ada peresmian patung. Akibatnya, menimbulkan gejolak, polemik ditengah-tengah masyarakat, dan penolakan keberadaan patung.

“Jangan dibangun kembali, takutnya ada efek penolakan dari masyarakat lagi.” pinta Sekretaris DPC PKB Kabupaten Tuban.

Baca juga :

http://www.republiknews.id/2020/04/17/patung-tertinggi-se-asia-tenggara-runtuh/

Ketua Umum TITD Kwan Sing Bio Tuban Gunawan Putra Wirawan. menegaskan, jika runtuhnya patung Kong Co Kwan Sing Tee Koen itu dikarenakan faktor musibah alam.

“Patung itu runtuh karena faktor alam, kita tahu klenteng itu kan dekat dengan laut sehingga anginnya kencang , murni karena musibah alam tidak ada unsur sabotase  maupun kesengajaan dan Tidak ada faktor lainnya .” terang Gunawan.

Gunawan tidak dapat menjelaskan secara rinci musibah dimaksud,  beberapa hari terakhir tuban diguyur hujan lebat disertai petir , menurutnya sangat mungkin kondisi alam tersebut menjadi pemicunya.

Sementara itu mantan Ketua Umum Klenteng Kwan Sing Bio (KSB) Goh Tjong Ping alias Teguh Prabowo menyampaikan hal berbeda  Dia menyebut runtuhnya patung itu disebabkan faktor kontruksi yang tidak sesuai.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini menduga ada human error arsitek, teknik sipil dan pematung. Sebab, menurutnya, tenik pembangunan patung berukuran raksasa tersebut lebih mirip dengan pembangunan patung berukuran satu meter ke bawah.

“Dilihat dari rangkanya, sudah ada yang paham soal bangunan dan berkomentar kalau cara pembuatannya nggak sesuai dengan pakem teknik sipil.” jelas Tjong Ping

Baca Juga :  Demi Hak Tanahnya dan Mencari Keadilan "Mbah Giyem" Gandeng Pengacara Jeckline

Politisi PDIP itu menjelaskan patung dengan berat puluhan ton itu runtuh karena bagian luar atau baju patung tersebut nampak tidak menempel kuat pada kerangka tengah. Sehingga runtuh mulai dari bagian atas hingga bawah. Itu terlihat dari video rekaman CCTV yang beredar.

Tjong Ping menambahkan,  mestinya patung raksasa itu dikerjakan oleh ahlinya dari Tiongkok. Seperti patung Nabi Kongzi, patung Kwan Im, patung Kwan Kong, patung Buddha, patung Makco TSSB yang hingga berusia sekitar 100 tahun masih kokoh.

Mantan ketua DPC PDIP Kabupaten Tuban itu menyatakan jika muka patung Kong Co Kwan Sheng Tee Khoen atau Kwan Kong yang runtuh tersebut nampak aneh dan tidak mirip aslinya. Sehingga banyak umat yang hendak sembahyang kurang khusuk.

“Seharusnya patung dibuat yang sempurna terutama bagian wajah dan kepala.  Mungkin patungnya runtuh karena Kong Co tidak berkenan dengan kualitas patungnya.” guraunya.

Tjong Ping berpesan kalau nanti patung yang diresmikan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan pada Juli 2017 lalu itu dibangun kembali, agar dibangun dengan lebih bagus kualitasnya. Dengan tenaga ahli yang berkualitas.
“Karena kalau runtuh bukan karena gempa bumi, yang malu juga umat klenteng.” tegas Tjong Ping.

Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono.S.I.K.,SH.,M.H. saat mengecek dilokasi pada awak media menyatakan masih menyelidiki penyebab runtuhnya patung tersebut.

Kapolres menambahkan, patung tersebut tinggal menyisakan kerangka dan beberapa material betonnya, diagendakan dalam waktu dekat dilakukan pemasangan garis polisi, tujuannya agar masyarakat maupun umat kelenteng tidak mendekat , petugas juga akan menjaga secara bergantian.
” Sementara masyarakat tidak diizinkan mendekati patung karena masih ada sisa material yang dikawatirkan runtuh.” tutup Kapolres.

Baca Juga :  Relawan Pemenangan Santoso Gruduk Polresta Blitar

Sebatas diketahui .

Patung Yang Mulya Dewa Kong Co Kwan Sheng Tee Khoen milik Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Kwan Sing Bio Tuban yang berada di Jl.RE. Martadinata Kelurahan Karangsari Kabupaten Tuban itu tiba-tiba rontok hanya menyisakan kerangka,  pada Kamis 16/04/2020..

Patung raksasa yang dibangun sejak 2017 lalu itu terlihat di video yang beredar tampak rontok sekitar pukul 10.00 WIB. Rontoknya Patung Kong Co menarik perhatian masyarakat Tuban. Sebab, saat itu tidak ada hujan ataupun angin kencang. Apalagi, sebelumnya bangunan patung itu tampak sangat kokoh.

Patung setinggi 30,4 meter itu dibangun menelan anggaran Rp 2,5 miliar merupakan bantuan pengusaha plastik Hindarto alias Lie Shan Hien asal Surabaya dan diresmikan oleh Zulkifli Hasan yang saat itu menjabat Ketua MPR, Saat itu, Patung Dewa Kong Co dinobatkan sebagai patung tertinggi di Asia Tenggara.

Dari vidio yang beredar di medsos , rontoknya patung tersebut diindikasi faktor teknis , patung yang sering dibuat selfi itu bukan seperti patung kebanyakan pada umumnya, kerangka besi hanya terdapat pada pilar beton , kemudian dibalut beton lalu diukir , pembalutan juga tanpa kerangka besi yang mengikat, itu dapat terlihat saat betonnya rontok, konstruksi besi yang mengikat pada patung tersebut tidak ada (terlihat-red)(@nt).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!