
Jakarta,RepublikNews.
Pandemi virus Corona atau Covid-19 yang terjadi saat ini berdampak luas terhadap peradaban kehidupan manusia di berbagai penjuru dunia. Hampir seluruh negara, termasuk Indonesia, melalui otoritasnya, melakukan langkah preventif dengan meminta rakyat untuk tetap di rumah, menjaga jarak, baik secara fisik (physical distancing) maupun social (social distancing).
Bahkan beberapa wilayah melakukan karantina ( lockdown ) untuk menghambat penyebaran virus Corona, sehingga mengakibatkan terbatasnya ruang gerak untuk beraktifitas dan bekerja. Hal ini tentunya berakibat melemahnya perekonomian di semua sektor lapisan masyarakat, terutama pada sektor non formal seperti buruh harian, pedagang, supir angkot, angkutan online dan tak terkecuali dialami juga oleh para penyandang sosial seperti yatim dan dhuafa.
Melihat kondisi yang cukup memprihatinkan tersebut, timbul rasa empati di keluarga besar TNI Angkatan Udara, sehingga memicu aksi solidaritas dari Alumni Akademi TNI Angkatan Udara (AAU) lulusan tahun 1994, untuk ikut peduli dengan melakukan Bakti Sosial, Senin 20/04/2020.
Berbeda dengan kegiatan bakti sosial pada umumnya, lulusan AAU 94 yang dikenal dengan nama Pasopati ini melaksanakan bakti sosial secara serentak, tidak hanya di satu tempat saja, namun dilakukan secara bersamaan di 13 kota di Indonesia, yaitu Medan, Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Madiun, Surabaya, Makassar, Kupang, Lombok, Ranai, Biak dan Merauke. Para perwakilan Pasopati yang berdinas di 13 kota tersebut memberikan bantuan berupa lebih dari 4.000 paket sembako, nasi bungkus, dan juga masker.
Salah satu pekerja harian yang menerima bantuan, Daeng asal Makasar (49 tahun), dengan mata berkaca-kaca dan penuh haru, mengucapkan terima kasih saat menerima paket sembako, nasi bungkus dan masker. Menurutnya, ditengah wabah Corona dan penetapan PSBB ini, sulit baginya mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Sementara bu Miskem asal Bumiayu (41 tahun) mengaku sangat senang mendapat pesanan nasi bungkus dari Pasopati, karena warung nasi kecilnya yang selama ini tutup, bisa ngebul kembali.
Dalam keterangannya, Ketua Pasopati ’94 Kolonel Lek Chairul Akbar Hutasuhut, mengungkapkan bahwa kondisi para pekerja harian, anak yatim dan dhuafa, saat ini sulit untuk mencari nafkah, apalagi menjelang bulan Ramadhan, sehingga Pasopati ’94 ikut meringankan beban mereka melalui kegiatan bakti sosial.
“Kamipun berharap agar seluruh elemen masyarakat dapat melakukan hal yang sama untuk saling bahu membahu, membantu masyarakat dan mendukung pemerintah, bersama-sama menghadapi pandemi ini, agar segera berakhir.” ajaknya. (Als)🇮🇩
#Pasopati
#AAU94