BIROKRASIKESEHATAN

PDP Asal Palang Meninggal Permintaan Keluarga Jenazah Akan Dikremasi

Tuban, RepublikNews

Satu lagi seorang laki-laki berusia 48 tahun warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.
Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tentang Covid-19 meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R.Koesma Tuban, Selasa malam ,28/04/2020 sekitar pukul 20.15 Wib.

Pihak keluarga dari Jakarta meminta kepada petugas agar jenazah dibawa ke Surabaya untuk dilakukan proses kremasi (praktik penghilangan jenazah manusia setelah meninggal dengan cara dibakar). Karena pasien tersebut beragama non muslim.

Kepala Kantor Kesbangpol Tuban,Didik Purwanto mengungkapkan bahwa permintaan pihak keluarga supaya dibawa ke Surabaya untuk dikremasi

Sebelum dikremasi, jenazah PDP itu berada di kamar jenazah hingga berjam-jam. Kemudian, siang harinya jenazah dibawa petugas menggunakan ambulance dan menerapkan protokol Covid-19 untuk menuju ke Surabaya. Hal itu atas permintaan dari keluarga.

Baca Juga :  PENGAMBILAN SUMPAH KETUA DPRD NGAWI PERIODE 2019-2024

Direktur RSUD dr Koesma Tuban.dr. Saiful Hadi menyampaikan ,
“Jenazah disimpan di ruang pendingin, sambil menunggu keluarga dari Jakarta.” terangnya.

lebih lanjut dijelaskan oleh dr.Saiful Hadi , awalnya jenazah tersebut akan dimakamkan di tempat pemakaman Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang pada malam hari. Tetapi tidak jadi dimakamkan dengan berbagai pertimbangan dari masyarakat desa setempat.

Kemudian, tempat pemakaman dipindah di lahan pemakaman milik RSUD yang berada di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Tuban. Namun, jenazah itu kembali tak dimakamkan lantaran pihak keluarga meminta jenazah untuk dilakukan proses kremasi.

Koordinator Bidang Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tuban,Hery Prasetyo menjelaskan pasien tersebut masuk ke RSUD dr Koesma Tuban Selasa pagi, 28/04/2020 sekitar pukul 07.00 Wib. Kemudian dengan diagnosa PDP Pneumonia berat.

Baca Juga :  Pengedar dan Pengguna Sabu Diringkus BNNK Tuban.

Hery Prasetyo yang juga menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tuban itu menuturkan , pasien itu dirawat diruang isolasi RSUD dr Koesma Tuban sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan Covid-19. Hingga akhirnya, pasien tersebut menghembuskan nafas terakhir pada malam hari sekitar pukul 20.15 Wib.

“Pasien profesinya penjual pakan udang dimungkinkan ada riwayat kontak.” tambah Hery Prasetyo .

Hery menjelaskan, hasil pemeriksaan rapid test terhadap pasien tersebut menunjukkan negatif. Sedangkan, hasil test swab belum keluar sampai saat ini.

“Pemeriksaan dengan rapid test dengan hasil negatif. Namun belum dilakukan pemeriksaan swab.” terang Hery.

Sementara itu Kepala Dusun II Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Tuban.Kholik mengatakan
“Pagi ini barusan saya dapat info dari RSUD Tuban, pihak keluarga bersikeras memohon ke RSUD Koesma untuk minta ijin membawa jenazah.” jelas Kholik.

Baca Juga :  Walikota Probolinggo Peringati Isro' Mi'raj Sekaligus Kukuhkan IPHI

Kholik menjelaskan dari keterangan Kantor Kesbangpol Tuban menerangkan proses membawa jenazah menggunakan mobil ambulance yang dibiayai pribadi oleh keluarga pasien. Karena menurut keterangan memang sebetulnya jenazah ini hanya sakit paru-paru dan bukan Covid- 19.

“Awalnya memang akan dimakamkan disini, tetapi pagi tadi kami dapat info tidak jadi di makamkan disini. Warga Sugihwaras tidak ada penolakan terkait pemakaman.” kata Kholik.(@nt).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!