Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

INVESTIGASI

Pengakuan Humas dan Seksi Hukum KPH Tuban Berseberangan

badge-check


					Pengakuan Humas dan Seksi Hukum KPH Tuban Berseberangan Perbesar

Tuban, RepublikNews – Dalam menjalankan kewenangan Tak jarang para oknum pejabat seolah benar menunjukkan kinerja dan programnya untuk kepentingan umum, tetapi di balik itu menyimpang dari tujuan apa dari kewenangan tersebut.

Mereka melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan kepentingan umum untuk menguntungkan kepentingan pribadi, kelompok atau golongan.

Pada pemberitaan yang sudah di angkat sebelumnya oleh RepublikNews, dan berdasarkan dari warga setempat juga dari para penyewa lahan baik warung dan tambal ban di sepanjang jalan Pantura Tuban, di paparkan beberapa temuan terkait lahan perhutani Jati Peteng yang di duga telah menjadi ajang bisnis para oknum KPH Tuban yang tidak bertanggung jawab

https://www.republiknews.id/2020/06/10/lahan-perhutani-jati-peteng-tuban-jadi-ladang-bisnis-menggiurkan-bagi-oknum-pegawai-kph/

Dugaan adanya pungutan liar (pungli) dalam pemanfaatan hutan Jati Peteng yang ada di KPH Tuban baik kepada petani hutan, warung-warung dan tambal ban yang ada di sepanjang jalan Pantura hutan Jati Peteng kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. Di dapatkan fakta yang berseberangan.

Dari Keterangan yang di sampaikan pihak KPH Tuban antara Humas dan kabag Hukum sangat berseberangan. Pihak Humas mengakui dan membenarkan adanya lahan yang disewakan dengan ketentuan yang sudah di sepakati, lahan permeter di patok harga Rp. 25.000 s/d 30.000 dan  sesuai prosedur KPH Tuban, namun di lain sisi bagian seksi hukum KpH Tuban menepis adanya lahan persewaan Hutan Jati Peteng tersebut.

Seksi Hukum KPH Tuban dalam keterangan saat di temui di kantornya mengatakan,” tak ada sewa menyewa dalam pemanfaatan hutan jati peteng, apalgi ditentukan harga meteran baik untuk lahan pemanfaatan yang di buat warung, parkiran serta stand tambal ban juga untuk pertanian. Semua di tentukan dari hasil kesepakatan yang di koordinir dan di kelola oleh LMDH setempat, yang kemudian di ajukan ke KPH Tuban,”kata Tole Suryadi

Patut diduga lahan perhutani Jati Peteng Kecamtan Jenu Tuban pada sepanjang jalan Pantura telah di jadikan lahan bisnis oleh oknum-oknum terkait yang tidak bertanggungjawab dan tidak menutup kemungkinan bisnis ini sudah terjalin rapi antara oknum pegawai KPH Tuban dengan Pihak Paguyuban serta LMDH-LMDH setempat untuk mencari keuntungan pribadi.

Sehingga di harapkan dari pihak KPH Tuban lebih meningkatkan pengawasan dan membentuk tim khusus untuk turun lokasi melakukan penyelidikan dan pengawasan yang lebih ketat serta menindak tegas para pelaku pungutan liar tersebut. Agar fungsi dari KPH dalam menyelenggarakan fungsi birokrasi,  fungsi bisnis, serta fungsi sosial untuk mensejahterakan masyarakat sekitar hutan benar benar tercapai dan tidak di kotori oleh perbuatan oknum oknum yang tidak bertanggung jawab. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemilik Lahan Komplotan Pencuri BBM/Solar Di Sumobito Jombang, Kabur Dan Hilangkan Barang Bukti Di TKP

10 Februari 2026 - 18:08 WIB

Terlindungi: Maling BBM Jenis Solar Oper Tangki Di Talun Kidul Sumobito Wilayah Hukum Jombang

8 Februari 2026 - 14:23 WIB

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35

29 Desember 2025 - 17:14 WIB

Trending di INVESTIGASI
error: Content is protected !!