Menu

Mode Gelap
Kapolres Metro Kota Tangerang Sambut Baik Sinergitas FWJ Indonesia Developer Abal-Abal di Laporkan Polres Probolinggo Atas Dugaan Tindak Pidana Penipuan & Penggelapan Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA

PROFIL

Peringati Sumpah Pemuda, Wagub Jatim Berharap Relevansinya Dengan Santri Mampu Tingkatkan Digitalisasi Perekonomian

badge-check


					Peringati Sumpah Pemuda, Wagub Jatim Berharap Relevansinya Dengan Santri Mampu Tingkatkan Digitalisasi Perekonomian Perbesar

Surabaya, RepublikNews – Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap 28 Oktober tidak lepas dengan Hari Santri di Indonesia. Pasalnya, sosok santri itu sendiri identik dengan keberadaan pemuda dan pemudi. Untuk itu, perannya di setiap pondok pesantren (Ponpes) diharapkan dapat membangun daya saing tersendiri di sektor digitalisasi perekonomian.

“Kalau kita membahas Hari Sumpah Pemuda, maka tidak bisa lepas dari sosok santri yang kebanyakan adalah pemuda dan pemudi,” ujar Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak saat mengikuti Webinar Sumpah Pemuda dan Peringatan Hari Santri secara virtual bersama TV 9 di Gedung Bank Indonesia Surabaya, Rabu (28/10).

Untuk itu, Wagub Emil menjelaskan, bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda terdapat relevansi yang kuat dengan perayaan Hari Santri 22 Oktober lalu, khususnya dalam sektor digitalisasi perekonomian. Peran pemuda Pondok Pesantren (Ponpes) dinilai dapat menambah daya saing tersendiri.

“Ini tentunya akan menjadi nilai tambah bagi pesantren,” terangnya.

Namun dirinya berharap, nilai-nilai yang sudah tertanam di dalam Ponpes tidak boleh bergeser. Hal ini menjadi tugas tersendiri bagi para santri untuk menjaga keduanya tetap berjalan.

“Digitalisasi dan nilai-nilai luhur di pesantren ini tidak bertentangan. Jadi tradisi tetap dijalankan, tetapi kemajuan tidak ditolak,” harapnya.

Untuk itu dirinya meyakini, melalui para santri di seluruh Ponpes akan muncul ide-ide orisinil yang bisa membawa kemajuan perekonomian di Jatim dan Indonesia.

“Justru yang akan menjadi trend center atau memberikan masukan terhadap pemulihan ekonomi adalah dari kaum santri,” urainya.

Sebagai bentuk dorongan kepada para santri, Wagub Emil mencontohkan, bahwa saat ini Pemprov Jatim terus meningkatkan SDM di seluruh Ponpes melalui program One Pesantren One Product (OPOP). Diharapkan, program tersebut bisa semakin memberdayakan para santri di Jatim.

“Baik yang masih di dalam Ponpes maupun yang sudah alumni,” tutupnya

Reporter
Harisun, Perwakilan Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pengurus Persatuan Wartawan Mojokerto (PWM) 2025-2028 Resmi Terbentuk

26 April 2025 - 13:41 WIB

Serdatu Satu Komando Dukung Maryoto Bhirowo – Didik Girnoto

8 September 2024 - 09:50 WIB

Semakin Yakin , Mardinoto terima Formulir B1-KWK dari Nasdem

24 Agustus 2024 - 23:58 WIB

Kapolres Lampung Barat Apresiasi Dedikasi Aipda Poniman Dalam Mengajar Ngaji

18 Agustus 2024 - 11:54 WIB

Business Analytics dalam sudut pandang Transcosmos Commerce di Launching jurusan terbaru Binus Online University

15 Juli 2024 - 00:47 WIB

Trending di POTRET
error: Content is protected !!