Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

ADVETORIAL

Plt. Bupati Lampura, Hadiri Acara Rembuk Stunting Terintegrasi Tahun 2020

badge-check


					Plt. Bupati Lampura, Hadiri Acara Rembuk Stunting Terintegrasi Tahun 2020 Perbesar

Lampura, RepublikNews
Pelaksana Tugas Bupati Lampung Utara Hi. Budi Utomo, S.E., M.M. menghadiri acara Rembuk Stunting Aksi Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Kabupaten Lampung Utara Tahun 2020 di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Utara, Selasa (10/03/2020).

Acara Dihadiri oleh Para Asisten, Kepala OPD, Anggota DPRD, Para Camat, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Nur Endah Sulastri, S.Pd., M.M., dan Ketua PKK Kecamatan, Para Kades Lokus Stunting, Para Kepala Puskesmas Se-Lampung Utara, Para Bidan Desa, Para Pendamping Desa, Para Pengelola Gizi Puskesmas, dan Para Pengelola Promkes.

http://www.republiknews.id/2020/03/10/gelar-sosialisasi-keluarga-harapan-th-2020-diaula-ruang-seminar-taruko-jaya/

 

Dalam sambutannya Hi. Budi Utomo, SE.,MM., menyatakan Pemerintah masih terus bekerja keras mengatasi masalah kekurangan gizi. Kekurangan gizi dapat menyebabkan terjadinya berbagai masalah kesehatan, baik terhadap ibu maupun bayinya. Gangguan kesehatan pada bayi yaitu stunting atau tubuh pendek akibat kurang gizi kronik.

Balita dan baduta (Bayi dibawah usia dua tahun) yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit dan nantinya di masa depan dapat beresiko pada menurunnya tingkat produktivitas, yang secara luas akan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, menaikkan tingkat kemiskinan dan memperlebar ketimpangan, karena itu permasalahan stunting harus ditangani secara serius untuk menghindari hilangnya sebuah generasi.

Melalui rembuk stunting diharapkan kita semua dapat semakin bersemangat dalam memberikan kontribusi terhadap solusi penanganan stunting. Intervensi spesifik berupa imunisasi, program pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita serta kegiatan penanganan gizi secara langsung. Intervensi sensitif dilakukan oleh sektor non kesehatan, antara lain penyediaan air bersih, penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan perempuan, yang sasarannya adalah masyarakat umum.

Secara tidak langsung, stunting disebabkan lingkungan kesehatan yang buruk. Oleh karena itu kegiatan peningkatan kebersihan harus lebih digalakkan. Seperti Jum’at bersih, pemberantasan sarang nyamuk, pembuatan lubang biopori, septic tank komunal, sumur bor, selokan dan drainase untuk mendukung kesehatan lingkungan masyarakat,”Pungkasnya “

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara.dr Hj.Maya Metissa.M Kes..Ketika Dimintai Keterangan awak Media, Menuturkan Kegiatan Tersebut Merupakan Kegiatan Pokok yang Sudah Berjalan Pada Tahun 2020.dan program ini berlanjut hingga tahun 2024.

http://www.republiknews.id/2020/03/10/kementerian-pppa-dan-dinas-p3a-kb-gelar-desiminasi-uu-penghapusan-kdrt/

 

Dengan Teragendanya Kegiatan Rebuk stunting Ini Tentunya Terdapat 2 solusi yang dapat dilakukan dalam mengatasi permasalahan stunting, yaitu dengan intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Intervensi spesifik diarahkan untuk mengatasi penyebab langsung masalah stunting, sedangkan intervensi sensitif diarahkan untuk mengatasi penyebab tidak langsung yang menjadi akar masalah dan dampak jangka panjangnya,”terangnya.

“Saya Berharap Program ini dapat terlaksana sesuai harapan.dan bermanfaat bagi masyarakat lampung utara Program pengentasan kemiskinan dan kesehatan, seperti PKH, JKN, Jampersal, BSPS atau program bedah rumah, pemberian raskin, pemberian subsidi dan program pengentasan kemiskinan lainnya menjadi sangat penting dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting,”harapnya.(Rasyid)

Baca Lainnya

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Pemkab Tuban Gelar UPacara Peringatan HUT Ke – 80 Provinsi Jawa Timur

16 Oktober 2025 - 12:26 WIB

Jalin Kemitraan, MPIR Korwil Jombang Gelar Halal Bihalal Lintas organisasi

18 April 2025 - 20:03 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!