Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

TNI-POLRI

Polres Lampung Barat Mengelar Simulasi Pengamanan Pilratin

badge-check


					Polres Lampung Barat Mengelar Simulasi Pengamanan Pilratin Perbesar

Lampung Barat,Republiknews– Dalam rangka mengantisipasi terjadinya kerusuhan pada saat pemilihan peratin (Pilratin) gelombang pertama yang akan dilaksanakan pada 23 Februari 2022 mendatang, Polres Lampung Barat (Lambar) menggelar simulasi pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang bertempat di Lapangan Pemda Lambar, Selasa (15/02/2022).

Kapolres Lampung Barat, AKBP Hadi Saepul Rahman mengatakan, pengamanan pilratin tersebut akan diamankan oleh tiga unsur yakni Linmas,TNI dan Polri.

kegiatan tersebut dilakukan agar petugas yang dilibatkan dalam pengamanan Pilratin mengetahui apa saja yang harus dilakukan apabila terjadi suatu hal seperti perampasan kotak suara serta masyarakat yang tidak puas dengan hasil pemilihan.

Hadi menjelaskan, ada empat skenario situasi yang dilakukan pada saat pelaksanaan Pilratin, yakni situasi hijau,kuning,orange dan situasi merah situasi warna tersebut menggambarkan sebuah situasi mulai dari situasi aman hingga situasi terburuk pada saat pemilihan pratin.

“Pertama, situasi hijau dimana pelaksanaan Pilratin ini berjalan sesuai dengan aturan, yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, kemudian tahapan-tahapan nya dilaksanakan” ujarnya

Kedua, situasi kuning yaitu situasi adanya pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh masyarakat, nantinya petugas yang ada di TPS baik dari Linmas, TNI-Polri akan memberikan teguran, memberikan masker kepada masyarakat lalu diminta menjaga jarak serta mencuci tangan.

Ketiga, situasi orange dimana terjadi keributan di TPS yang disebabkan oleh adanya permasalahan pada saat penghitungan suara sehingga diperlukan pengamanan dari unsur Linmas dan TNI-Polri.

Kemudian terakhir, situasi merah dimana akibat dari Pilratin mengarah pada konflik sosial, kemudian bagaimana cara mengatasi agar tidak menimbulkan hal-hal yang lebih buruk terjadi pada pelaksanaan Pilratin tersebut.

Hadi menuturkan, berdasarkan hasil perhitungan kerawanan, pihaknya akan menerjunkan sebanyak 250 personel dari Polri dan 60 personel dari satuan Brimob pada saat pelaksanaan Pilratin serentak.

“Kita juga telah berkoordinasi dengan kapolda agar polres sekitar Lambar seperti Polres Way Kanan, Lampung Utara dan Tanggamus untuk membantu back-up rayonisasi apabila terjadi eskalasi yang meningkat,” imbuhnya

Hadi berharap, pelaksanaan Pilratin serentak bisa berjalan aman, tertib, lancar dan tidak ada hal-hal menonjol yang menyebabkan konflik masyarakat serta pelanggaran lainnya seperti tahun-tahun lalu.

Plt Sekkab Lampung Barat, Adi Utama mengatakan, pemerintah setempat juga akan menurunkan tim pemantauan di setiap TPS masing-masing pekon yang melaksanakan pemilihan..tutup nya

 

(Nur)

Baca Lainnya

Ketua Tim Wasev TMMD ke-124, Brigjen TNI Joni Pardede, Tinjau Lokasi di Kodim 0422/Lampung Barat

21 Mei 2025 - 17:50 WIB

Polda Lampung Kerahkan 1.229 Personel, Amankan Pilkada Serentak 2024

25 November 2024 - 19:12 WIB

Kapolda Lampung : Upaya pemberantasan Narkoba butuh Langkah Kongkret dan Terpadu

8 November 2024 - 09:33 WIB

Waspadai Bahaya Judi, Polisi Tangkap Dua Pelaku Perjudian di Bandar Lampung

8 November 2024 - 09:31 WIB

Giat Polsek Sukodono Bersama Pokdarkamtibmas Ke Kantor Dinas Pertanian Dalam Program Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Maju

5 November 2024 - 18:27 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!