Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

TNI-POLRI

Polres Lumajang Gelar FGD Dalam Rangka Tangkal Radikalisme

badge-check


					Polres Lumajang Gelar FGD Dalam Rangka Tangkal Radikalisme Perbesar

Lumajang, RepublikNews– Kapolres Lumajang AKBP Deddy Foury Millewa, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui Kasatbinmas Polres Lumajang AKP. Totok.S, S.Sos.,MH.,M.Sc. melaksanakan kegiatan FGD (Focus Group Discussion) dengan tema bersama POTMAS SKD ( Satgas Keamanan Desa) dalam rangka Tangkal Radikalisme untuk menjaga Harkamtibmas yang kondusif di Kabupaten Lumajang, Minggu (28/12/2020) pukul 09.00 bertempat di warung apung Pondok Asri Lumajang.

Kegiatan FGD ini dihadiri oleh Kapolres Lumajang yang diwakili oleh AKP Nur Andi.S, S.(Kasubbag Binops Bagops), AKP. Totok.S, S.Sos.,MH.,M.Sc (Kasat Binmas), DR.H.M. Mudhofar, SAg.,M.Si.(Kemenag/Nara Sumber), Joko Sambung, S.Pd.,MM (Bakesbangpol/Narasumber) dan Perwakilan Anggota SKD Se – Kab.Lumajang. (Satgas keamanan Desa).

Dalam sambutannya AKP totok mengatakan bahwa Radikalisme itu mengiginkan suatu perubahan dengan memaksakan kehendak tanpa melihat rambu rambu yang sudah ditetapkan. “Masyarakat harus bisa berhati hati dan waspada jika ada ajakan ajakan yang mengatas namakan agama yang mengiginkan perubahan perubahan (harus tabayyun)” tambahnya.

DR.H.M.MUDHOFAR, S.Ag.,M.Si (Kemenag) selaku Narasumber menyampaikan tentang pencegahan radikalisme berbasis keluarga.

DR. Mudhofar  mengatakan bahwa Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dimana anak berinteraksi sebagai lembaga pendidikan yang tertua, artinya disinilah dimulai suatu proses pendidikan. Sehingga keluarga, dalam hal ini orang tua, berperan sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama karena sebagian besar kehidupan anak di dalam keluarga. Sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah dalam keluarga.

“Mengapa peran keluarga dalam upaya menangkal radikalisme sangatlah penting. Hal ini dikarenakan dalam keluarga khususnya orang tua sangat berperan dalam pembentukan kepribadian yang baik untuk anaknya. Merekalah orang yang pertama yang memberikan nilai-nilai dan norma yang baik serta dasar bagi pergaulan hidup yang benar sebelum terjun ke masyarakat” ungkap DR. Mudhofar.

Sementara Joko Sambung S..Pd. MM dari Kesbangpol menyampaikan materi tentang upaya pembinaan dan tangkal paham radikalisme dengan pemberdayaan ormas melalui program bela negara dan FKDM.

Joko Sambung Spd MM mengatakan bahwa penanganan konflik adalah tanggungjawab kita bersama, diperlukan upaya pengelolaan kemajemukan secara komprehensif dan holistik serta multidimensi yang melibatkan partisipasi seluruh komponen bangsa.

“Tentunya hal ini demi mantapnya stabilitas nasional dan terlaksananya pembangunan nasional sekaligus sebagai upaya penciptaan suasana yang aman tentram tertib damai dan sejahtera dalam rangka perwujudan cita cita bangsa Indonesia.” pungkasnya.

Reporter: Atman, Kabiro Lumajang

Baca Lainnya

Ketua Tim Wasev TMMD ke-124, Brigjen TNI Joni Pardede, Tinjau Lokasi di Kodim 0422/Lampung Barat

21 Mei 2025 - 17:50 WIB

Polda Lampung Kerahkan 1.229 Personel, Amankan Pilkada Serentak 2024

25 November 2024 - 19:12 WIB

Kapolda Lampung : Upaya pemberantasan Narkoba butuh Langkah Kongkret dan Terpadu

8 November 2024 - 09:33 WIB

Waspadai Bahaya Judi, Polisi Tangkap Dua Pelaku Perjudian di Bandar Lampung

8 November 2024 - 09:31 WIB

Giat Polsek Sukodono Bersama Pokdarkamtibmas Ke Kantor Dinas Pertanian Dalam Program Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Maju

5 November 2024 - 18:27 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!