Menu

Mode Gelap
PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !! Pemilik Dapur SPPG Kasiman 1 Bojonegoro dan Yayasan Jaya Cahaya Lestari Di Polisikan Satgas Saber Pangan Tancap Gas Jelang HBKN, 9.138 titik Diawasi, Pelanggar Diberi Sanksi ! Penyidik JAM PIDSUS Menetapkan 11 Tersangka Dalam Perkara Ekspor CPO dan Turunannya (POME) Periode 2022-2024

POTRET

Pro dan Kontra “Qanun Poligami” Menghebohkan Masyarakat Aceh

badge-check


					Pro dan Kontra “Qanun Poligami” Menghebohkan Masyarakat Aceh Perbesar

Banda Aceh, RepublikNews – Beredarnya berita tentang akan disahkannya Qanun Poligami cukup menghebohkan masyarakat Aceh serta menuai pro dan kontra.

Terkait dengan hal ini Kohati Badko HMI Aceh meminta agar dilakukan kajian kembali tentang urgensinya qanun ini disahkan

“Kami Kohati Badko HMI Aceh usulkan agar wacana ini perlu dikaji ulang dengan mengundang semua pihak seperti Organisasi Perempuan, MPU, Mahasiswa, dan LSM lain untuk membahas kebijakan ini,” kata Wardatul Jannah Ketua Kohati Badko HMI Aceh, minggu 7 Juli 2018.

Ia menambahkan bahwa mereka tidak menolak poligami karena poligami sendiri halal dalam Islam dan dibenarkan.

“Kami juga mengapresiasi usaha pemerintah untuk melindungi kaum perempuan dan menekankan sikap adil bagi mereka yang ingin berpoligami,” tegas Wardah

Namun, disisi lain melihat syarat-syarat yg diberikan, hanya bisa dipenuhi oleh para elit menengah keatas.

“Jadi, kita juga harus mempertimbangkan efek jangka panjang seperti mudahnya mereka yang mempunyai jabatan untuk melakukan poligami. Yang kita takutkan perilaku buruk seperti korupsi di kalangan pejabat pun akan semakin marak,” sambungnya

Selain itu menurut kohati juga perlu dipertimbangkan tentang kasus-kasus nikah siri yang sudah terjadi dan mengalami masalah terhadap istri atau anak,

“Apakah dengan berlakunya qanun ini akan ada kebijakan yang membantu mereka? Mengingat setiap peraturan tidak ada yang berlaku surut,” tambahnya.

“Bila kita mau melihat masalah keluarga di Aceh masih cukup banyak, dan sangat perlu perhatian pemerintah. Contoh salah satunya masalah kesehatan,” jelas Wardah.

Saat ini Aceh masuk salah satu daerah yang banyak kasus stanting, orang tua memang sudah diberikan pemahaman tentang itu tapi saat anak akan diberikan makanan yang sehat banyak bahan makanan yang sehat dan tidak terjangkau.

“Jadi, kami berharap pemerintah bisa mempertimbangkan isi qanun keluarga yang nantinya akan disahkan agar benar-benar menyentuh kemaslahatan keluarga masyarakat Aceh. Kohati Aceh sangat menantikan RDPU bersama pemerintah Aceh,” tegas Wardah

Bila diperhatikan sebenarnya aturan tentang melegalkan poligami sendiri sudah ada dalam undang-undang perkawinan. “Saya pikir, baiknya qanun itu dikaji kembali,” tutup Wardah. (Riri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MPIR Jombang Jadikan Momentum HPN 2026, Sebagai Tapak Tilas Kebangkitan Pers untuk Sosial Kontrol Kebijakan Pemerintah

9 Februari 2026 - 19:57 WIB

AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi

2 Januari 2026 - 18:33 WIB

Gebyar Anniversary Ke-10 Media Berita TKP Di Shakila Guest House

21 Desember 2025 - 12:07 WIB

JNE Peduli Korban Bencana Sumatera dan Aceh Salurkan 500 Ton Bantuan Logistik

10 Desember 2025 - 13:09 WIB

FWJI “Go To Bali” Kunjungi Puri Ubud, Kapolsek Berikan Apresiasi

12 November 2025 - 21:49 WIB

Trending di POTRET
error: Content is protected !!