Program Sanitasi 450 KPM di 9 Desa Oleh Dinas PUPR Kabupaten Madiun

Madiun, RepublikNews – Bentuk keseriusan pemerintah saat ini iyalah pencegahan stunting, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.
Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih.
Bicara soal perbaikan sanitasi , sanitasi yang kurang baik atau ” BAB” sembarangan menjadi salah satu faktor terjadinya penyakit serta menjadi penyebab angka Stunting menjadi meningkat di berbagai daerah terutama di lingkungan yang kurang sehat.
Dalam hal ini pemerintah Kabupaten madiun melalui Dinas Perkerjaan umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) , tidak tinggal diam terkait program penurunan angka stunting yang berada di kabupaten Madiun.
Boby Saktia Putra, kepala bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Madiun, Jawa timur, saat di konfirmasi oleh awak media, Selasa, 13/Sep/2022, pihaknya menjelaskan, ” Terkait program Sanitasi ini ada 450 ( KPM ) di 9 desa di kabupaten Madiun yang dan masing-masing desa mendapat 50 unit dengan anggaran 490 juta/desa, yang bersumber dari APBN dana alokasi khusus ( DAK ), tujuan program ini adalah merubah perilaku masyarakat untuk tidak BAB sembarangan sekaligus merubah lingkungan yang sehat, tujuan adanya progam ini juga sebagai upaya kami dalam rangka penurunan angka stunting yang berada di kabupaten madiun,” Jelas Boby.
Lanjut Boby menambahkan progam sanitasi ini di peruntukan bagi masyarakat yang benar-benar tidak memiliki MCK , dan iya berpesan kepada masyarakat dengan adanya program sanitasi ini perilaku BAB sembarangan sudah tidak ada lagi, dan semoga kedepan progam ini akan terus ada sehingga kabupaten madiun menjadi wilayah dengan lingkungan yang sehat,” Pungkasnya. (Makni)