Menu

Mode Gelap
PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !! Pemilik Dapur SPPG Kasiman 1 Bojonegoro dan Yayasan Jaya Cahaya Lestari Di Polisikan Satgas Saber Pangan Tancap Gas Jelang HBKN, 9.138 titik Diawasi, Pelanggar Diberi Sanksi ! Penyidik JAM PIDSUS Menetapkan 11 Tersangka Dalam Perkara Ekspor CPO dan Turunannya (POME) Periode 2022-2024

POTRET

Rilis Antologi Puisi Wartawan Usia Emas Dalam Peringatan HPN 2023 Jawa Timur

badge-check


					Gambar : 
Adi Sutarwijono, Imawan Mashuri dan Djadi Galajapo saat membaca puisi Perbesar

Gambar : Adi Sutarwijono, Imawan Mashuri dan Djadi Galajapo saat membaca puisi

Surabaya, RepublikNews – Rilis buku Antologi Puisi “Wartakan Kemanusiaan Kutulis Puisi” karya komunitas Wartawan usia Emas (Warumas) di Balai Wartawan A.Azis, Jumat 17/3/2023 berlangsung meriah dan menjadi penutup rangkaian acara peringatan Hari Pers Nasional 2023 di Jawa Timur.

Dalam acara tersebut, Ketua PWI Jatim menyerahkan penghargaan dan tali asih kepada sesepuh wartawan Jatim, H.Samiaji (88 tahun), mantan wartawan Harian “Neraca”. Hadir Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono dan sejumlah tokoh pers Jawa Timur membaca puisi dengan beragam ekspresi.

Dalam sambutannya, Adi menyatakan kagum pada para wartawan di buku antologi puisi ini yang masih terus menulis puisi. Menurut Adi, mengamati tulisan berita para wartawan di era digital ini terasa kering, banyak kosa kata yang hilang dan pengulangan kata karena hanya mementingkan kecepatan berita. Maka wartawan jangan berhenti menulis agar terus terasah kreatifitasnya. Karena menulis itu mencerahkan, bagi diri kita sendiri dan orang lain, ujarnya. Tulisan opini ketua DPRD Surabaya itu secara teratur muncul di salah satu media terkemuka Jawa Timur.

Hal senada juga diungkapkan Lutfil Hakim, Ketua PWI Jatim. Menurut Lutfil, jurnalistik sangat terkait dengan sastra. Ibarat koin mata uang dengan sisi yang berbeda. Bahasa jurnalistik sekarang terasa dangkal, tanpa sentuhan (sastra). Lutfil berharap, setiap peringatan HPN diikuti dengan penerbitan buku antologi sastra karya para wartawan untuk memberi motivasi para wartawan muda.

Dalam acara rilis antologi puisi tersebut, secara ekspresif Lutfil membaca puisi “Madura, Akulah darahmu” karya penyair Madura, Zamawi Imron. Disusul Imawan Mashuri, Ketua Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT), yang membawahi Stikosa-AWS, membaca puisi karya sendiri tentang tragedi Kanjuruhan, yang mendapat banyak apresiasi. Kemudian Wakil Ketua PWI Jatim, Mahmud Suhermono, , dan wartawan senior Oki Lukito juga ikut tampil membaca puisi.

Foto:
Pemberian piagam dan tali asih kepada sesepuh wartawan Jatim, H.Samiaji (88 th)

Menurut Ketua Warumas, Kris Maryono, buku Antologi Puisi “Wartakan Kemanusiaan Kutulis Puisi” ini merupakan buku ke-3 karya komunitas Warumas. Buku setebal 170 halaman ini memuat karya puisi 13 wartawan penyair dengan berbagai latar belakang pengalaman yang panjang di media.

Antara lain, Achmad Pramudito (mantan wartawan Harian Surya, sekarang pengelola media online iniSurabaya.com), Amang Mawardi (mantan wartawan Harian Pos Kota sekarang Youtuber dan penulis buku), Arieyoko (wartawan Republika – youtuber), Aming Aminoedhin (Majalah Media), Ida Nurshanti Nicholas (Harian Neraca, sekarang Dosen), Imung Mulyanto (Surabaya Post, Arek TV sekarang konsultan media), Karyanto (Harian Surya sekarang pengelola arekmemo.com), Kris Mariono (RRI Surabaya sekarang Majalah Media), Nurkhasanah Yulistiani (Jawa Pos Grup sekarang beritalima.com), Rokim Dakas (Surabaya Post, sekarang youtuber), Sasetya Wilutama (SCTV sekarang Stikosa AWS) , Toto Sonata (Harian Suara Indonesia) dan Widodo Basuki (Pimred Majalah berbahasa jawa “Jaya baya”).

Mereka adalah para wartawan berusia 50 tahun ke atas dan sebagian besar masih aktif sebagai wartawan.

Beda dengan penerbitan sebelumnya, selain karya 13 wartawan juga memuat karya tiga penulis tamu, yaitu Abraham Ferry Rosando, dosen di Fakultas Hukum Untag Surabaya, Meithiana Indrasari’ Ketua Stikosa-AWS dan HM Cheng Ho Djadi Galajapo. Sedangkan kata pengantar ditulis oleh Sapto Anggoro, Ketua Komisi Pendataan, Penelitian & Ratifikasi Pers serta Lutfil Hakim, Ketua PWI Jatim.

“Kami akan terus konsisten berkarya menerbitkan buku antologi puisi. Insya Allah kami sedang persiapkan buku antologi puisi keempat” ujar mantan reporter RRI Surabaya tersebut.(HR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MPIR Jombang Jadikan Momentum HPN 2026, Sebagai Tapak Tilas Kebangkitan Pers untuk Sosial Kontrol Kebijakan Pemerintah

9 Februari 2026 - 19:57 WIB

AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi

2 Januari 2026 - 18:33 WIB

Gebyar Anniversary Ke-10 Media Berita TKP Di Shakila Guest House

21 Desember 2025 - 12:07 WIB

JNE Peduli Korban Bencana Sumatera dan Aceh Salurkan 500 Ton Bantuan Logistik

10 Desember 2025 - 13:09 WIB

FWJI “Go To Bali” Kunjungi Puri Ubud, Kapolsek Berikan Apresiasi

12 November 2025 - 21:49 WIB

Trending di POTRET
error: Content is protected !!