Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

INVESTIGASI

Ruang Isolasi Mandiri Covid-19 di PT Miwon Indonesia Diprotes Warga

badge-check


					Ruang Isolasi Mandiri Covid-19 di PT Miwon Indonesia Diprotes Warga Perbesar

Gresik, RepublikNews – Diduga tanpa adanya koordinasi baik dengan Pemerintah desa, RT, RW ,PT Miwon mendirikan ruang isolasi Mandiri Covid-19. Warga Dusun Karanglo, Desa Driyorejo, Kabupaten Gresik, merasa sangat khawatir di wilayah mereka jadi cluster penyebaran covid-19.

Ruang isolasi mandiri itu berada di area pabrik PT Miwon Indonesia yang lokasinya tak jauh dari permukiman warga Dusun Karanglo. Informasi yang dihimpun , selama ruang isolasi Mandiri pasien covid-19 di PT Miwon Indonesia didirikan, warga Desa Karanglo tidak pernah diberi pemberitahuan.

Kondisi itu yang membuat khawatir warga. Menurut Ketua RW Dusun Karanglo, Miludi Agus Widodo, dirinya sering didesak oleh warganya agar meminta keterangan terhadap direksi PT Miwon Indonesia terkait keberadaan ruang isolasi mandiri di komplek pabrik Miwon.

“Masyarakat dusun Karanglo gaduh karena pihak PT Miwon Indonesia menutup rapat informasi terkait ruang isolasi mandiri pasien covid-19 itu. Harusnya pamong desa setempat dilibatkan, tapi ini tidak,” kata Agus Widodo, yang akrab dipanggil Wiwid.

Yang disesalkan Wiwid selaku Ketua RW, PT Miwon malah melibatkan salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam penanganan dan pencegahan covid-19 di wilayahnya.

Harusnya, pamong desa terlebih dahulu dilibatkan bukan pihak LSM dari luar wilayah. “Jika terjadi cluster baru penyebaran covid-19, yang menanggung dampaknya ialah warga desa kami. Dan PT Miwon Indonesia dalam penanganan pencegahan penyebaran covid-19 ini jarang melibatkan kami,” kata Wiwid.

Dan terpenting ialah PT Miwon Indonesia memberikan data terkait pasien covid-19 maupun ODP atau PDP yang diisolasi oleh PT Miwon Indonesia.

“Jika pihak Miwon menutup rapat informasi ruang isolasi itu, wilayah kami berpotensi menjadi cluster penyebaran lain mengingat pekerja juga berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan. Kami juga tidak tahu seperti apa ruangan isolasi di PT Miwon. Mulai dari tim medis, fasilitas, luas ruangan, dan lainnya,” ungkap Wiwid.

Jika PT Miwon tetap abaikan tuntutan warga, Wiwid mengatakan, warga mengancam akan mengumpulkan ratusan tanda tangan dan melakukan protes terhadap pemerintah khususnya Pemkab Gresik, wabah corona bukan penyakit biasa. Pandeminya mudah menular,”kata Wiwid

“Kekhawatiran warga Dusun Karanglo karena upaya PT. Miwon memutuskan mata rantai virus corona, tanpa pertimbangan jika ruangan isolasi berada sangat dekat dengan pemukiman warga. Makanya, kami minta informasi lengkap dari PT. Miwon, tapi sampai sekarang tak pernah pemberitahuan,” ujar Wiwid.

Pada awal tahun ini saat jumlah kasus positif COVID-19 meningkat sangat drastis melebihi kemampuan rumah sakit untuk merawat penderita, maka pemerintah setempat dapat mengalihfungsikan beberapa bangunan seperti sekolah, stadion, hotel, dan sebagainya menjadi pusat karantina.

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat mendirikan pusat karantina diluar fasilitas kesehatan dimana harus mendiskusikan dengan dinas kesehatan mengenai ketentuan atau panduan yang disetujui oleh kementerian kesehatan dan kementerian lingkungan hidup.

Pusat karantina mandiri harus memiliki jalur koordinasi erat dengan dinas kesehatan, klinik atau rumah sakit terdekat. Koordinasi dengan DInas Kesehatan atau Rumah Sakit/Puskesmas setempat untuk dukungan peralatan sekali pakai seperti APD (Alat Pelindung Diri), masker medis, dan sebagainya.

Idealnya, setidaknya ada dokter atau perawat yang bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan karantina mandiri ini. (Ris/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemilik Lahan Komplotan Pencuri BBM/Solar Di Sumobito Jombang, Kabur Dan Hilangkan Barang Bukti Di TKP

10 Februari 2026 - 18:08 WIB

Terlindungi: Maling BBM Jenis Solar Oper Tangki Di Talun Kidul Sumobito Wilayah Hukum Jombang

8 Februari 2026 - 14:23 WIB

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35

29 Desember 2025 - 17:14 WIB

Trending di INVESTIGASI
error: Content is protected !!