Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

ADVETORIAL

Selain Minyak Kayu Putih, KPH Jombang Kembangkan Agroforestry Tebu Mandiri

badge-check


					Selain Minyak Kayu Putih, KPH Jombang Kembangkan Agroforestry Tebu Mandiri Perbesar

Jombang, RepublikNews – Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Timur, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Jombang, mempunyai wilayah kerja seluas  37.348,00 Ha, berada di 4 wilayah administratif pemerintahan, yang meliputi Kabupaten Jombang, seluas 16.786,9 Ha, Kabupaten Mojokerto seluas 1.637,8 Ha, Kabupaten Nganjuk seluas 17.475,3 Ha, dan Kabupaten Lamongan seluas 1.448,0 Ha.

Untuk mengetahui sumber daya alam apa saja yang dikelola oleh KPH Jombang, media ini bertemu dengan Administratur (ADM) KPH Jombang, Muklisin.

“Hasil hutan di wilayah KPH Jombang adalah Hasil Hutan Kayu dan Non Kayu. Keunggulan non kayu tahun 2021 untuk RKP daun kayu putih, atau minyak kayu putih prestasi yang luar biasa dicapai Jombang dibanding dengan yang lalu angka RKP dari Rp. 4,1 Milyar sampai dengan hari kemarin kami sudah Rp. 5,8 Milyar atau kurang lebih 140% dari RKP,” terang Muklisin. Jumat (24/9/2021) sore diruang kerjanya.

Pencapaian yang luar biasa itu diraih karena strategi pungut daun blok per blok sangat disiplin, dan melibatkan masyarakat. “Kita mengolah daun kayu putih tersebut di pabrik LMDH minyak kayu putih yang berijin resmi dan berkompeten di bidangnya. Pengelolaan Minyak kayu putih selain dari sisi ekonomi yakni profit, kita juga peduli dengan masyarakat dengan penyerapan tenaga kerja,” terang Muklisin.

“Dengan adanya LMDH masyarakat menjadi mitra kami untuk menjadi maklon masak daun kayu putih tersebut, dan rendemennya minyak kayu putih se Jawa Timur paling tinggi saat ini adalah Jombang sejumlah 0,97% hampir 1%. Dan kadar sineol minyak kayu putih di KPH Jombang adalah 70,1 %,” urai Muklisin.

Dalam penyulingan minyak kayu putih Muklisin menerangkan ada 3 LMDH yang dilibatkan, 1 diwilayah Nganjuk, dan 2 diwilayah Jombang, diantaranya adalah LMDH Rimba Jaya Makmur di Desa Carangwulung, Wonosalam, Jombang, dan LMDH Sadar Utama desa Jarak, Wonosalam Jombang.

Selain Minyak Kayu Putih, KPH Jombang mengembangkan Agroforestry tebu mandiri. “Program Strategis Perhutani, salah satunya support swasembada gula nasional. Dengan agroforestry tebu mandiri bisa mencakup 3 aspek hutan. Aspek ekologi, aspek sosial, dan aspek ekonomi. Tanam Tebu meningkatkan pendapatan jangka pendek perusahaan, dan membantu negara dalam swasembada gula,” ujar Muklisin. @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali

8 Maret 2026 - 21:03 WIB

Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil

6 Maret 2026 - 13:09 WIB

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!