Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

INVESTIGASI

Tambang Pasir Kali Brantas Wilayah  Mojokerto Di Sinyalir Tak Berijin

badge-check


					Tambang Pasir Kali Brantas Wilayah  Mojokerto Di Sinyalir Tak Berijin Perbesar

Mojokerto, RepublikNews – Lagi lagi Sejumlah warga menyoal penambangan pasir yang menggunakan mesin disel di aliran sungai Brantas. Berdasarkan dari informasi warga tim awak media RepublikNews mendatangi lokasi tambang tersebut. Dan benar saja, dalam pemantauan tim awak media ada sekitar empat lokasi penyedotan pasir kali Brantas. Kamis, 07/05/2020

Saat di konfirmasi seseorang yang ada di lokasi, siapakah pemilik dari beberapa tambang yang ada, tidak satupun yang berani mengatakan, namun tiba tiba ada lelaki datang yang mengaku sebagai keamanan desa  berinisial S mengatakan bahwa kegiatan penyedotan ini sudah berjalan hampir dua bulan dan pak kades sudah mengetahui kok,”ungkap keamanan tersebut.

Dari hasil pantauan awak media RepublikNews yang di dapat dilapangan diketahui satu (1) rit/truk dijual antara 1 juta sampai 1.1 juta tergantung ukuran kendaraannya.
“Tergantung kapasitas muatannya mas, harga 1 Truck 1 juta Samapi 1.1 juta,” kata penambang yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara itu ada kekawatiran masyarakat sekitar bahwa kalau kegiatan ini dibiarkan saja, akan menggerus tepi penahan kali brantas.
“selain kawatir akan hal itu kami juga merasa terganggu dengan suara bising mesin diesel yang di gunakan, gak terganggu gimana mas la sampai malam diesel masih beroperasi,” kata warga.

Memang sudah ada beberapa sisi tebing penahan kali yang sudah mulai tergerus, berarti kekuatiran warga terbukti, kalau sudah begini peran aparat terkait harus di optimalkan khususnya yang ada di wilayah hukum kabupaten Mojokerto, jangan sampai hanya menguntungkan para pengusaha tambang nakal tapi merugikan masyarakat sekitar atau terdampak ke masyarakat lain sekitaran kali Brantas,” pinta warga. (Tim)

Baca Lainnya

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35

29 Desember 2025 - 17:14 WIB

Proyek Pengurukan Lahan di Puri -Mojokerto Tanpa Penanggung Jawab dan K3, Urugan Diduga Tambang Ilegal

15 Desember 2025 - 15:43 WIB

Pencairan Asuransi Jiwa Tanpa Sepengetahuan Debitur, BTN Cabang Mojokerto Diduga Lakukan Maladministrasi

14 November 2025 - 19:11 WIB

Trending di INVESTIGASI
error: Content is protected !!