Menu

Mode Gelap
Kapolres Metro Kota Tangerang Sambut Baik Sinergitas FWJ Indonesia Developer Abal-Abal di Laporkan Polres Probolinggo Atas Dugaan Tindak Pidana Penipuan & Penggelapan Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA

POTRET

Tangkapan Ikan Melimpah, Masyarakat Nelayan Aceh Timur Malah Merugi

badge-check


					Tangkapan Ikan Melimpah, Masyarakat Nelayan Aceh Timur Malah Merugi Perbesar

Aceh Timur, RepublikNews – Hampir separuh Provinsi Aceh ditetapkan zona merah, kondisi tersebut membuat masyarakat harus hidup dengan segala keterbatasan. Kabupaten Aceh Timur dan sejumlah kabupaten/kota lain, masih tergolong hijau.

Meskipun demikian, pemerintah setempat terus mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Meski aktifitas masyarakat tidak dibatasi, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat meminta masyarakatnya tetap mematuhi himbauan dan maklumat pemerintah, termasuk masyarakat yang beraktifitas di laut.

“Aktifitas masyarakat tidak dibatasi, baik berkebun, melaut dan bekerja. Tapi tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujar H. Husaini, tokoh masyarakat Aceh Timur, Selasa (9/6/2020).

Ditengah pandemi COVID-19, seharusnya nelayan mendapatkan keuntungan yang berlipat, karena berbagai jenis sembako mengalami peningkatan harga. Tetapi justru belakangan nelayan merugi akibat harga ikan mengalami penurunan 2-3 kali lipat. “Hasil tangkapan melimpah, tapi harga ikan jenis tongkol dari Rp12.000 per kilogram kini menjadi Rp5.000 per kilogram,” ujar H. Husaini.

Merosotnya harga ikan berdampak terhadap upah anak buah lapal (ABK) dari Rp. 1,5 juta per 10 hari menjadi Rp400 ribu – Rp500 ribu per 10 hari. “Biasanya upah mereka dalam sekali berlayar selama 10 hari mencapai Rp1,5 juta, bahkan Rp2 juta. Jika harga ikan seperti ikan tongkol terus bertahan seperti ini, maka tidak sedikit dari nelayan akan kehilangan pekerjaannya,” terang H. Husaini.

Agar harga ikan basah seperti tongkol tetap normal, maka perlu dibangun sejumlah fasilitas pendukung di PPN Idi, seperti Cold Storake, sehingga hasil tangkapan ikan bisa disimpan lebih lama didalam mesin pendingin dan akan dijual disaat masyarakat membutuhkan.

“Saat ini tidak ada mesin pendingin yang mampu menampung ikan dengan kapasitas 1.000 ton. Jika fasilitas ini tersedia, maka ikan yang dibongkar di PPN Idi, bisa kita simpan lebih lama,” timpa H. Husaini.

Sementara Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib, SH, atau Rocky, mengakui dalam dua bulan terakhir harga ikan tidak normal. Kondisi tersebut kerap disampaikan para nelayan, bahkan pasca lebaran Idul Fitri 1441 hijriyah harga ikan benar-benar tidak stabil.

Rocky mengakui, wabah COVID-19 dianggap ikut mempengaruhi terhadap sektor kelautan dan perikanan. Meskipun hasil tangkapan masih cukup melimpah, namun permintaan justru menurun. Salah satu penyebabnya adalah karena penyerapan ikan oleh industri perikanan berkurang hampir 50 persen dibanding kondisi normal.

“Menyikapi kondisi yang dihadapi nelayan hari ini, kita juga ikut berharap pemerintah pusat membangun sejumlah fasilitas pendukung di PPN Idi, apalagi saat ini pelabuhan kita tergolong salah satu penghasil ikan terbesar di Pulau Sumatera,” tutup Rocky. (iw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kapolres Metro Kota Tangerang Sambut Baik Sinergitas FWJ Indonesia

31 Maret 2026 - 19:26 WIB

Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil

6 Maret 2026 - 13:09 WIB

MPIR Jombang Jadikan Momentum HPN 2026, Sebagai Tapak Tilas Kebangkitan Pers untuk Sosial Kontrol Kebijakan Pemerintah

9 Februari 2026 - 19:57 WIB

AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi

2 Januari 2026 - 18:33 WIB

Gebyar Anniversary Ke-10 Media Berita TKP Di Shakila Guest House

21 Desember 2025 - 12:07 WIB

Trending di NASIONAL
error: Content is protected !!