POTRET

Ternyata Ada Ritual Khusus Di Bersih Desa Kelurahan Mangge

MAGETAN | Ditemani aroma dupa yang menyengat serta alunan tembang Jawa, warga masyarakat beserta Pemerintah Kelurahan Mangge Kecamatan Barat Kabupaten Magetan Jawa Timur berbondong-bondong datang melaksanakan ritual bersih desa di “punden sendang mangge mbah Dimo”, Selasa (22/8/2023).

Dari warga yang datang terutama ibu-ibu semua membawa “buceng” atau berkat yang ditaruh dalam wadah. Yang nantinya disajikan dalam selamatan atau kenduri bersama warga masyarakatnya. Itu pun sesudah dalam pelaksanaan doa bersama yang dibuka oleh sesepuh desa.

Disamping itu, ada ciri khas tersendiri (ritual khusus) dalam pelaksanaan bersih desa. Yakni dari pantauan terlihat tampak warga silih berganti menaruh sesaji berupa kembang atau nyekar dengan posisi berdoa di punden sendang Mangge Mbah Dimo yangmana dipercaya sebagai tempat sakral sesepuh desa,

Baca Juga :  Dari Hasil Penjaringan, PemDes Klurahan Kartoharjo Lantik "Sekretaris Desa"

Diketahui, pelaksanaan bersih desa yang digelar di punden tersebut merupakan awal dari rangkaian acara ritual yang dilaksanakan. Dimana dihari selanjutnya Kamis (24/8/2023) juga ada pelaksanaan bersih desa ditempat berbeda, yakni dilingkungan “punden dukuh karang”. Selanjutnya dihari puncak acara atau kegiatan akhir juga adakan acara bersihan di “lingkungan candi”, tepatnya di dalam pasar Kelurahan Mangge, Sabtu (26/8/2023). Serta juga ada pagelaran wayang kulit dimalam harinya. Sebagaimana keterangan tersebut disampaikan Bayu Prasetyo, Kepala Kelurahan Mangge saat pertemuan.

Dari keterangannya juga disampaikan bahwasannya, sebelum hari pelaksanaan bersih desa, malamnya adakan doa bersama dari pemerintah kelurahan dan warga masyarakat dibalai pertemuan Kelurahan Mangge. Dan pula mengenai kegiatan bersih desa yang diadakan, selalu pelaksanaannya disetiap bulan Agustus.

Baca Juga :  SKPL - DLHK Sidoarjo Menumbuhkan Ketaatan Para Pelaku Usaha Terhadap Lingkungan

“Untuk kegiatan bersih desa di Kelurahan Mangge ini, setiap tahunnya diadakan pasti di Bulan Agustus, “Kata Bayu Prasetyo saat ngobrol berdampingan.

Dalam kesempatan itu pula, dikatakan mengenai adat tradisi desanya, memang masih memegang teguh nilai-nilai budaya leluhur. Yang diharapkan dari semua kegiatan ritual bersih desa yang diadakan, dibersihkan dari hal-hal negatif yang mengganggu.

“Harapan kita dari pelaksanaan bersih desa ini, menjadi simbol agar desa kami dibersihkan dari hal-hal negatif yang mengganggu dalam kehidupan sehari-hari, “Ucapnya sambil menikmati alunan tembang Jawa yang diiringi penari tayub.

Di sisi lain dari masyarakat yang hadir, antusias ikut menyaksikan jalannya acara bersih desa dengan mempertontonkan seni tayub atau gambyong, juga hadir Forkopimca Barat yang turut menyaksikan. (w.i)

Baca Juga :  Sebanyak 74 Anggota Paskibraka Kabupaten Tuban Resmi Dikukuhkan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!