Menu

Mode Gelap
PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !! Pemilik Dapur SPPG Kasiman 1 Bojonegoro dan Yayasan Jaya Cahaya Lestari Di Polisikan Satgas Saber Pangan Tancap Gas Jelang HBKN, 9.138 titik Diawasi, Pelanggar Diberi Sanksi ! Penyidik JAM PIDSUS Menetapkan 11 Tersangka Dalam Perkara Ekspor CPO dan Turunannya (POME) Periode 2022-2024

ADVETORIAL

Tiga Wisata KPH Banyuwangi Selatan Mendapat Sertifikat CHSE Dari Kemenparekraf

badge-check


					Tiga Wisata KPH Banyuwangi Selatan Mendapat Sertifikat CHSE Dari Kemenparekraf Perbesar

Banyuwangi, RepublikNews – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan masuk dalam Perum Perhutani divisi regional (Divre) Jawa Timur, mempunyai luas 45.489,53 Ha, yang merupakan klas perusahaan jati, terdiri dari 39.793,45 Ha, Hutan Produksi dan 5.696,08 Ha, Hutan Lindung yang secara Administratif masuk wilayah kabupaten Banyuwangi.

KPH Banyuwangi Selatan selain kayu Jati sebagai sumber daya alam terbesar yang di kelola, tempat wisata juga menjadi andalan dari KPH Banyuwangi Selatan. Hal itu disampaikan Administratur Utama (ADM) KPH Banyuwangi Selatan, Panca Putra Maju Sihite.

Ada beberapa tempat wisata yang dikelola KPH Bayuwangi Selatan, antara lain wisata Grajagan, wisata Pulau Merah, dan wisata De Djawatan.

“Ada 3 wisata  yang memenuhi syarat mendapat sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) dari Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif (Kemenparekraf), yakni Grajagan, Pulau Merah, dan De Djawatan,” ujar Panca, diruang kantornya, Rabu (29/9/2021) pagi.

Panca menjelaskan dengan adanya sertifikat CHSE menjamin para wisatawan terhadap penerapan kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan di area tempat wisata.

“Menerapkan protokol kesehatan dan juga memakai aplikasi Peduli Lindungi. Dengan tempat wisata mendapat sertifikat CHSE, akan menambah keyakinan wisatawan yang datang merasa semakin aman,” ujar Panca.

Kesempatan itu Panca juga menjelaskan pihak Perhutani bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi mengembangkan wisata Pulau Merah.

“Pulau Merah mempunyai pemandangan yang sangat indah, pantainya memiliki hamparan pasir putih dan ombak di sana sangat menantang para pelancar berselancar. Dan kerjasama dengan Pemkab Banyuwangi sebagai bentuk dukungan Perhutani kepada Pemkab Banyuwangi yang gencar dalam pengembangan pariwisata” ujarnya.

“Di pulau Merah pengelolaannya seluruhnya oleh KPH Banyuwangi Selatan, dan Pemkab Banyuwangi melibatkan BUMDes untuk membantu, hasil dari pendapatan dibagi 60 % Perhutani, dan 40% Pemkab Banyuwangi,” lanjut Panca.

Selain kerjasama dengan Pulau Merah, KPH Banyuwangi Selatan akan  mengembangkan wisata Grajagan. “Didekat Pantai Grajagan ada wisata Plengkung, untuk sampai ke Plengkung mengunakan Speedboat. Di Plengkung ada cottage yang kalau nginap biaya nya tinggi. Jadi kita buat beberapa tempat inap di Grajagan, jika ada wisatawan mancanegara datang dan ingin ke Plengkung, tidak usah inap disana. Inap di Grajagan, pagi berangkat ke Plengkung, sore pulang ke Grajagan, jadi biaya jauh lebih irit bagi wisatawan mancanegara,” ujar Panca.

Diluar wisata yang diulas, Panca juga menerangkan ada wisata yang rencana dikembangkan. “Wisata Pantai Watu Ireng, wisata alami yang ga kalah bagusnya dengan wisata lain, ombaknya yang landai dan air lautnya berwarna biru jernih, sangat indah. Kita rencana bekerjasama akan membangun jalan menuju sana, untuk saat ini menuju kesana hanya bisa memakai sepeda motor trail. Pantai Wedi Ireng sangat prospek untuk jadi wisata andalan di wilayah KPH Banyuwangi Selatan,” ujar Panca Sihite.

Dalam menjaga hutan yang mempunyai sumber daya alam kayu jati dan beberapa tempat wisata, KPH Banyuwangi Selatan mengambil 3 langkah strategis, yakni Preemtif, Preventif dan Refresif.

“Kejahatan ada karena ada niat dan kesempatan, oleh karena itu kita gunakan 3 langkah. Langkah pertama Preemtif, kita lakukan komunikasi sosial. Langkah kedua, Preventif, kita adakan patroli bersama,  langkah ketiga, Represif, jika kedua langkah tidak bisa dipakai, kita akan melakukan penindakan,” pungkas Panca Sihite. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Pemkab Tuban Gelar UPacara Peringatan HUT Ke – 80 Provinsi Jawa Timur

16 Oktober 2025 - 12:26 WIB

Jalin Kemitraan, MPIR Korwil Jombang Gelar Halal Bihalal Lintas organisasi

18 April 2025 - 20:03 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!