Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

ADVETORIAL

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

badge-check


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Tuban, 12 November 2025 | Kabupaten Tuban resmi memperingati Hari Jadinya ke-732 pada Rabu, 12 November 2025. Momentum ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan peneguhan kembali semangat perjuangan dan pengabdian yang berakar sejak masa kejayaan Majapahit, ketika Ronggolawe dilantik sebagai Adipati Mancanegara pertama di Tuban.

Berdasarkan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tuban Nomor 155 Tahun 1987, Hari Jadi Tuban ditetapkan pada 12 November 1293, merujuk pada peristiwa pelantikan Ronggolawe oleh Raja Majapahit, sebagaimana tercatat dalam naskah kuno Kidung Harsawijaya.

Jejak Sejarah: Dari Pelabuhan Majapahit hingga Bumi Wali. Dalam lintasan sejarah panjangnya, Tuban dikenal sebagai pelabuhan utama Kerajaan Majapahit. Pesisir utara ini menjadi simpul perdagangan internasional yang menghubungkan Nusantara dengan negeri-negeri jauh seperti Tiongkok, Arab, dan Gujarat.

Selepas era Majapahit, Tuban bertransformasi menjadi pusat penyebaran Islam di tanah Jawa. Di sinilah jejak Sunan Bonang, salah satu Wali Songo, meninggalkan warisan spiritual yang hingga kini menjadi napas kebudayaan dan kearifan masyarakat Tuban.

Peringatan Hari Jadi ke-732 diawali dengan doa lintas agama dan kirab budaya Ronggolawe, menampilkan arak-arakan pusaka, gamelan klasik, serta pasukan berpakaian prajurit Majapahit.
Dalam suasana khidmat, masyarakat dari berbagai kalangan turut melarung sesaji ke laut — simbol penghormatan kepada leluhur dan permohonan restu agar Tuban senantiasa aman, makmur, dan lestari.

“Upacara adat ini bukan sekadar seremonial, tapi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai sejarah dan perjuangan para leluhur. Tuban berdiri di atas landasan budaya yang kuat,” ujar salah satu sesepuh adat, Ki Anto Sumolewo, di sela prosesi kirab.

Dalam sambutannya, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, S.E. menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi kali ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pembangunan daerah.

“Semangat Ronggolawe adalah semangat keberanian dan tanggung jawab. Kita harus melanjutkan karya bersama untuk mewujudkan Tuban yang maju, berdaya, dan berkarakter. Setiap langkah pembangunan harus berakar pada nilai sejarah dan budaya kita sendiri,” ujar Bupati Halindra dalam pidatonya di Alun-Alun Tuban.

Sementara itu, Wakil Bupati Drs. Joko Sarwono menambahkan bahwa seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga persatuan dan gotong royong sebagai kekuatan utama Bumi Ronggolawe.

Dengan tema besar “Lanjutkan Karya Bersama”, peringatan Hari Jadi ke-732 menjadi simbol kontinuitas antara masa lalu dan masa kini.

Semangat keberanian Ronggolawe, kebijaksanaan Sunan Bonang, dan kerja nyata generasi modern kini berpadu dalam satu tarikan napas: Tuban yang berdaulat secara budaya, berdaya secara ekonomi, dan bermartabat di mata sejarah. (As)

Baca Lainnya

AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi

2 Januari 2026 - 18:33 WIB

Gebyar Anniversary Ke-10 Media Berita TKP Di Shakila Guest House

21 Desember 2025 - 12:07 WIB

JNE Peduli Korban Bencana Sumatera dan Aceh Salurkan 500 Ton Bantuan Logistik

10 Desember 2025 - 13:09 WIB

FWJI “Go To Bali” Kunjungi Puri Ubud, Kapolsek Berikan Apresiasi

12 November 2025 - 21:49 WIB

Gebyar Anniversary Ke – 1 Th, Media Online Locus DelictiNews

4 November 2025 - 10:49 WIB

Trending di POTRET
error: Content is protected !!