ACEH TIMUR, RepublikNews – Kecamatan serbajadi berada jauh dari pusat pemerintahan aceh timur dari kota IDI berjarak tempuh sekitar 85 KM,dari kampung beusa ,meski kendati jaman konplik telah beberapa tahun berlalu semenjak di tanda tangani nya perjanjian Mou di helsinki antara pemerintah aceh dan gerakan separatis aceh (GAM) namun hingga saat ini warga di dua kecamatan tersebut diantara nya serbajadi dan peunaron ,belum merasakan dampak arti dari damai tersebut. salah satu nya ,sulit nya akses jalan yang dilintasi selalu dalam keadaan rusak parah yang penuh dengan lubang ,genangan air serta aspal yang pecah.


Salah satu nya lagi mulai dari daerah lintasan desa salah nyala sampai ke titik terakhir perbatasan kabupaten aceh timur dengan Kab,gayo lues ,yakni di pakamrebah, jalan yang di lintasi masyarakat banyak yang rusak, retak ,sehingga mengakibatkan lumpuh nya prekonomian dari nilai jual murah , harga nilai jual merosot dari hasil bumi masyarakat menurun ,dikarenakan mahal nya ongkos dari transfortasi.
Berdasarkan hasil konfirmasi awak media ini pada 16/12/2019 dengan salah seorang sopir ankutan muatan sawit yang setiap hari nya melintasi (HERMANSYAH) 31 thn warga desa alur pinang kecamatan peunaron menyampaikan hal senada tersebut agar dengan segera pemerintah serta dinas terkait untuk merealisasikan anggaran untuk perbaikan jalan yang di lintasi masyarakat demi berjalan ,sportif nya prekonomian masyarakat ,agar nilai jual hasil bumi mereka dapat meningkat dengan stabil ungkapnya singkat ,sambil memberikan harapan nya..( Iwan.)













