Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

ADVETORIAL

Kunker ke Blora, UNICEF Apresiasi Capaian AKTA Kelahiran.

badge-check


					Kunker ke Blora, UNICEF Apresiasi Capaian AKTA Kelahiran. Perbesar

Blora, RepublikNews.

Salah satu organisasi PBB yang memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan kesejahteraan jangka panjang kepada anak-anak di dunia, United Nations Children’s Fund (UNICEF) pada hari Selasa (19/03/2019) melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Blora.

Hadir pada kesempatan itu, Plt.Kepala dinas pendidikan, Sekretaris Bappeda, Perwakilan Dinas Kesehatan,Tim penggerak PKK kabupaten Blora,Kabag Humas Setda Kabupaten Blora.

Dipimpin Kepala Perlindungan Anak UNICEF Indonesia, Amanda Bissex, rombongan sejumlah 11 orang itu diterima langsung oleh Bupati Djoko Nugroho bersama Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), dan beberapa OPD terkait di kantornya.

Dalam kunjungan tersebut, Amanda Bissex mengapresiasi capaian penerbitan akta kelahiran bagi anak-anak di Kabupaten Blora yang cukup tinggi meskipun dengan kondisi wilayah yang sebagian besar berupa hutan.

“Disampaikan oleh Bupati bahwa di Blora ada 138 desa yang letaknya di tengah hutan. Namun di sini penerbitan akta kelahiran bagi anak-anak usia 0 sampai 18 tahun sudah mencapai 98 persen. Ini hal yang hebat, di atas target nasional saat ini,” ucap Amanda Bissex.

Dirinya ingin agar hal-hal seperti ini bisa didokumentasikan agar bisa ditiru oleh wilayah lain. Pasalnya menurut wanita asal Australia ini, akta kelahiran sangat penting untuk menjamin status hukum seorang anak.

Hal ini diperkuat oleh Kepala Disdukcapil, Riyanto, S.Sos, M.Si yang menyatakan bahwa pihaknya memang terus melakukan inovasi agar penerbitan akta kelahiran bisa dilakukan secepat mungkin dan semudah mungkin.

“Kami sejak tahun 2017 telah menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit dan Puskesmas di seluruh Kabupaten Blora untuk penerbitan akta kelahiran, di mana setiap kelahiran yang ada di rumah sakit dan Puskesmas langsung diinput datanya ke Disdukcapil untuk penerbitan akta kelahirannya, sekaligus perubahan KK dan KIA. Ini yang terus dilakukan, untuk anak-anak hasil perkawinan siri agar bisa mendapatkan akta kelahiran, terlebih dahulu orangtuanya diikutkan isbat nikah. Dengan isbat nikah di hadapan Pengadilan Agama dan dicatat di Kemenag, maka status anak semakin jelas menjadi anak Ibu dan Bapak, yang tadinya tertulis hanya anak Ibu di akta kelahiran, setelah isbat nikah menjadi anak Ibu dan Bapak. Dengan demikian status perlindungan hukum anak lebih kuat dan tidak ada lagi istilah anak haram.”terang Riyanto.

Djoko Nugroho pun berterima kasih kepada UNICEF yang sudah datang ke Blora untuk menggali data tentang upaya upaya perlindungan anak yang ada di wilayah penghasil kayu jati ini.

“Capaian akta kelahiran kami memang bagus. Namun disisi lain, angka pernikahan dini di sini masih terbilang tinggi. Oleh sebab itu, kami berharap UNICEF bisa sharing bagaimana cara mendidik masyarakat agar tidak menikah dini. Kami sangat berharap UNICEF bisa memberikan kiat kiat khusus kepada OPD terkait agar dapat melakukan pendampingan kepada anak-anak sehingga bisa semakin berkualitas,” kata Bupati.

Kepada OPD terkait, seperti Dinsos P3A diminta untuk segera mengaktifkan Unit Pelaksana Program Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (UPPKSAI).

“Mumpung ada UNICEF, Dinsos P3A bisa belajar tentang UPPKSAI bersama OPD terkait lainnya seperti Bappeda, Dinas Kesehatan dan Disdukcapil. Semuanya harus bergerak untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak kita. Kualitas masa depan anak-anak kita sangat bergantung pada pola asuh dan perlindungan kita sejak dini,” tegas Bupati.

Kepala Dinsos P3A, Sri Handoko S.Sos, M.Si menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti bersama OPD terkait. Menurutnya Kabupaten Blora dalam dua tahun terakhir telah menerima penghargaan Kabupaten Layak Anak sebanyak dua kali dengan predikat Pratama.

“Dengan aktifnya UPPKASAI, ke depan semoga Blora bisa meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak predikat madya. Selain itu angka pernikahan dini bisa dikurangi dan kejahatan terhadap anak-anak bisa semakin ditekan. Kami berharap sekali bantuan dari UNICEF,” kata Sri Handoko.

Amanda Bissex pun menyambut baik permintaan Pemkab Blora. Pihaknya menyatakan kesediannya untuk membantu Blora dalam peningkatan perlindungan anak. Kunjungan diakhiri dengan saling tukar cindera mata dan foto bersama.(@nt).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali

8 Maret 2026 - 21:03 WIB

Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil

6 Maret 2026 - 13:09 WIB

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!