Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

PERISTIWA

Patung Tertinggi Se-Asia Tenggara Runtuh.

badge-check


					Patung Tertinggi Se-Asia Tenggara Runtuh. Perbesar

Tuban, RepublikNews

Kabupaten Tuban  digemparkan dengan kejadian yang tidak terduga , Patung Yang Mulya Dewa Kong Co Kwan Sheng Tee Khoen milik Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Kwan Sing Bio Tuban yang berada di Jl.RE. Martadinata Kelurahan Karangsari Kabupaten Tuban itu tiba-tiba runtuh hanya menyisakan kerangka,  pada Kamis 16/04/2020..

Patung raksasa yang dibangun sejak 2017 lalu itu terlihat di video yang beredar tampak runtuh sekitar pukul 10.00 WIB. Runtuhnya Patung Kong Co menarik perhatian masyarakat Tuban. Sebab, saat itu tidak ada hujan ataupun angin kencang. Apalagi, sebelumnya bangunan patung itu tampak sangat kokoh.

Patung setinggi 30,4 meter itu dibangun menelan anggaran Rp 2,5 miliar dan diresmikan oleh Zulkifli Hasan yang saat itu menjabat Ketua MPR, Saat itu, Patung Dewa Kong Co dinobatkan sebagai patung tertinggi di Asia Tenggara.

Patung ini sering jadi tempat wisata dadakan. Meski berstatus sebagai tempat ibadah, nyatanya setiap masa liburan kelenteng yang menghadap laut ini selalu dipadati pengunjung.
Klenteng Kwan Sing Bio ini merupakan satu-satunya klenteng yang menghadap ke laut utara jawa ini Terdapat patung kepiting raksasa yang mengangkang di atas gapura menuju klenteng Kwan Sing Bio.

Klenteng Kwan Sing Bio merupakan tempat peribadatan Tri Dharma yang telah berusia ratusan tahun. Diperkirakan, klenteng ini telah ada semenjak abad ke 18

Kepala ritual di Klenteng Kwan Sing Bio,Hendra pada awak media mengisahkan kepiting melambangkan keberanian yang siap melindungi. “Tentu ada unsur kebaikan dalam lambang kepiting yang dipajang di klenteng ini , di sini, juga berdiri sebagai tempat pemujaan terhadap Kong Co , Kong Co berasal dari Dinasti Han. Nama aslinya Kwan Kong dan punya gelar Kwan Sheng Tee Khoen.” jelas Hendra.

Kong Co diperkirakan hidup pada zaman Sam Kok, sekitar abad ketiga Masehi. Karena jasanya pada kekaisaran saat itu, ia diberi anugerah oleh Kaisar Han. Kong Co kemudian menjadi sosok yang banyak dipuja sebagai dewa atas budi baik dan jasa-jasanya.

Di klenteng Kwan Sing Bio, selain melihat sisi menarik tempat peribadatan, pengunjung juga bisa mempelajari sejarah Tiongkok kuno. Hal ini bisa didapati pada beberapa sisi bangunan.

Tergambar jelas relief yang mengisahkan sejarah Tiongkok. Salah satunya kisah Pat Sien atau delapan dewa. Patung para tokoh dan ksatria Tiongkok juga berada di area klenteng ini sangat lengkap.

Bagi para penikmat legenda Tiongkok kuno, klenteng ini tentu tepat bila dijadikan rujukan dalam kunjungan. Tentunya selain fungsi utamanya sebagai tempat peribadatan yang musti tetap dihormati kesuciannya.

Dari kepiting raksasa hingga legenda Kong Co, ada nilai yang bisa dipetik, bahwa keberanian akan sangat berarti bila dipergunakan untuk melindungi dan berbuat kebajikan. Beranilah berbuat baik pesan Hendra.(@nt).

Baca Lainnya

OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang

19 Januari 2026 - 20:29 WIB

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

25 Desember 2025 - 14:23 WIB

MPC PP Mojokerto Laporkan Dugaan Pengurukan Lahan Perumahan Tanpa Izin Ke DPRD 

16 Desember 2025 - 18:22 WIB

Trending di PERISTIWA
error: Content is protected !!