Menu

Mode Gelap
Peringati Hari Pers Sedunia, WPO dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama Wakil Presiden WPO Zona Eropa Sampaikan Ucapan Selamat kepada FWJ Indonesia di Hari Pers Sedunia 2026 Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng WPO & FWJ Indonesia Gelar Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bogor RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur Kibarkan Kebebasan Pers, FWJ Indonesia Bersama WPO, Gelar Hari Pers Sedunia

PERISTIWA

Yang Belum Memiliki Izin , Tambak Udang Di Cepokorejo Akan Di Tutup.

badge-check


					Yang Belum Memiliki Izin , Tambak Udang Di Cepokorejo Akan Di Tutup. Perbesar

Tuban, RepublikNews

Belum selesai masalah dugaan Penyelewengan BPNT yang dilakukan oleh Sekdes Cepokorejo terhadap ke 46 KPM , muncul persoalan baru terkait dengan tambak udang.

Wakil Bupati Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si , didampingi Kepala BPBD Tuban , Camat dan Forkopimka Palang , secara langsung meninjau lokasi tambak udang yang diduga warga menjadi penyebab perubahan air di desa setempat, dan berbincang dengan Kepala Desa dan perangkat serta sejumlah warga setempat.
Jumat ,03/07/2020.

Usai mendengar keluhan dan berdiskusi, Wabup Tuban menegaskan tambak yang belum memiliki ijin akan ditutup. Operasional tambak sementara waktu akan dihentikan sembari menunggu pengurusan ijin sudah lengkap.

“Tambak yang memiliki luas lebih dari 15 hektar wajib memiliki ijin lingkungan harus lengkap karena memiliki dampak signifikan pada lingkungan sekitar.” tegas Noor Nahar.

Pemkab Tuban akan melakukan kajian lebih komprehensif untuk mengetahui penyebab terjadinya perubahan air di desa Cepokorejo , diperlukan perencaan dan anggaran yang cukup untuk mendapatkan hasil yang detail
Kajian akan dilakukan secara kewilayahan. Tidak hanya satu desa saja, namun juga mencakup seluruh wilayah pantai dengan memperhatikan kondisi air permukaan, air dalam, dan intrusi air desa wilayah tersebut.

Wabup Noor Nahar mengungkapkan luas lahan pertanian dan tambak di desa Cepokorejo sekitar 300-320 hektar. Dari jumlah tersebut 160 hektar untuk lahan pertanian, sedangkan sisanya lahan tambak. Wabup menginstruksikan agar pihak kecamatan bersama OPD terkait mendata jumlah tambak lengkap dengan tipe tambak dan sumber airnya.

“Sehingga didapatkan data untuk menjawab dan memberikan kepastian terkait perubahan air tawar menjadi payau, Warga menduga air yang berubah menjadi payau karena operasional tambak. Tapi harus dilakukan kajian lebih lengkap dulu.” papar Wabup.(@nt).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng

28 April 2026 - 20:34 WIB

Developer Abal-Abal di Laporkan Polres Probolinggo Atas Dugaan Tindak Pidana Penipuan & Penggelapan

31 Maret 2026 - 11:45 WIB

Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan

22 Februari 2026 - 21:50 WIB

CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

18 Februari 2026 - 15:23 WIB

Terlindungi: Maling BBM Jenis Solar Oper Tangki Di Talun Kidul Sumobito Wilayah Hukum Jombang

8 Februari 2026 - 14:23 WIB

Trending di BERITA UTAMA
error: Content is protected !!