Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

ADVETORIAL

ANTISIPASI DINKES NGAWI TERKAIT PENYAKIT DB YANG SANGAT MENINGKAT

badge-check


					ANTISIPASI DINKES NGAWI TERKAIT PENYAKIT DB YANG SANGAT MENINGKAT Perbesar

Ngawi,RNews – Tercatat ada sebanyak 100-200 orang di Kabupaten Ngawi terjangkit penyakit Demam Berdarah (DB) ditahun 2018 sampai sekarang.

Diungkapkan oleh Kasi P2PM Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi, Jaswadi, pada Kamis, (17/01/2019) bahwa jumlah penderita penyakit yang diakibatkan dari nyamuk Aides Aigyepti itu paling banyak pada dua bulan terakir. Bulan-bulan sebelumnya itu biasa saja hanya sekitar 20 sampai 30 pasien.

Untuk menanggulangi dinkes suadah membuat surat ke seluruh fasilitas kesehatan itu baik puskesmas atau rumah sakit seluruh puskesmas sudah promosi waspada penyakit DB dan bahayanya, yang kedua untuk menekan psn minimal satu minggu sekali bersih bersih.

Menurutnya, untuk menuntaskan kasus DB ini tidak hanya bisa dilakukan oleh petugas, melainkan juga semua komponen masyarakat. Untuk itu, Dinkes bersama masyarakat telah melaksanakan gerakan 3 M (Menguras, Menutup dan Mengubur barang bekas) terlebih di musim penghujan ini dan memberikan Abate.

Terjadinya DB ini diakibatkan karena cuaca yang tidak menentu,untuk tahapan foging sendiri dari Dinkes Ngawi untuk tahun ini hanya di 38 titik saja karena menurunya foging ini dari tahun sebelumnya maka dinkes agak kebingungan untuk membagi di beberapa titik.

“Yudono sebagai PLT Dinkes Ngawi menambahkan meningkatnya jumlah penyakit DB ini jauh jauh hari sudah diperkirakan bahwa ditahun ini akan banyak bencana atau potensi KLB yang terjadi,untuk antisipasi semua itu Dinkes Ngawi ada petugas survelen yang bertugas di puskesmas puskesmas untuk mengamati kejadian kejadian yang ada dimasyarakat di wilayah masing masing dan tujuan dari pemberantasan adalah bukan dengan membunuh nyamuk tapi memutus mata rantai supaya tidak terjadi lagi dengan tempat perindukan yang harus dihilangkan.

Jadi untuk dinkes sendiri udah terjadwal,tutup yudono sebagai PLT Dinkes Ngawi.”(Nurita/Dinkes)

Baca Lainnya

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Pemkab Tuban Gelar UPacara Peringatan HUT Ke – 80 Provinsi Jawa Timur

16 Oktober 2025 - 12:26 WIB

Jalin Kemitraan, MPIR Korwil Jombang Gelar Halal Bihalal Lintas organisasi

18 April 2025 - 20:03 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!