Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

POTRET

Mulai Ramai Pedagang Ketupat Di Pasar Tradisional Probolinggo

badge-check


					Mulai Ramai Pedagang Ketupat Di Pasar Tradisional Probolinggo Perbesar

Probolinggo, RepublikNews – Selasa 18 Mei 2021- Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah ke 7 hari, suasana pasar tradisional mulai ramai. Sebab, sudah menjadi kebiasaan bagi umat muslim di Kota Probolinggo, Jawa Timur, pada hari 7 lebaran merayakan lebaran ketupat dengan menghidangkan masakan lontong atau Ketupat yang terbuat dari janur kuning (Daun kelapa, red ) yang di anyam menjadi Ketupat, kemudian diisi dengan beras.

Tak ayal di pasar baru Kota Probolinggo nampak pedagang janur dan ketupat mulai bermunculan menjajakan dagangannya kepada pengunjung pasar, ada yang harganya Rp 1.000 perbiji, ada 1 lusin Rp 10 ribu, ada yang Rp 50 ribu rupiah Ketupat kosong. Sedangkan Janurnya dijual Rp 30 ribu/ikat, Rp 55 ribu ada yang Rp 100 ribu, hal itu tergangung kwalitas janurnya.

“Perbiji Rp 1.000, 1 lusin bisa Rp 20 ribu tergantung kwalitas janurnya,” kata Patmo pedagang Ketupat, Selasa (18/5/2021).

Sementara, salah satu pembeli Ketupat Farida (40) mengatakan, ini sudah tradisi keluarga kalau sudah lebaran ke 7 hari.“Langsung beli ketupat ya gak usah buat, kalau dulu keluarga saya beli janur dan menganyam ketupat, sekarang gak usah, lagian praktis dan cepat tidak banyak waktu,” ujarnya.

Selain Ketupat, dirinya juga membuat lontong, oleh karena itu, dirinya juga membeli daun pisang untuk membuat lontong.

“Ketupat sebagai simbol kebersamaan atau persaudaraan, selain itu juga saling memaafkan, seperti anyaman Janur Ketupat,” pungkasnya.

Reporter : Atman, Kabiro Lumajang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil

6 Maret 2026 - 13:09 WIB

MPIR Jombang Jadikan Momentum HPN 2026, Sebagai Tapak Tilas Kebangkitan Pers untuk Sosial Kontrol Kebijakan Pemerintah

9 Februari 2026 - 19:57 WIB

AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi

2 Januari 2026 - 18:33 WIB

Gebyar Anniversary Ke-10 Media Berita TKP Di Shakila Guest House

21 Desember 2025 - 12:07 WIB

JNE Peduli Korban Bencana Sumatera dan Aceh Salurkan 500 Ton Bantuan Logistik

10 Desember 2025 - 13:09 WIB

Trending di NASIONAL
error: Content is protected !!