Menu

Mode Gelap
Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng WPO & FWJ Indonesia Gelar Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bogor RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur Kibarkan Kebebasan Pers, FWJ Indonesia Bersama WPO, Gelar Hari Pers Sedunia ACARA SERAH TERIMA JABATAN DANDEMPOM V/2 DARI LETKOL CPM SIGIT PRABOWO, S.H., M.H.I KEPADA LETKOL CPM DANIEL YOGIANTO, S.H Kapolres Metro Kota Tangerang Sambut Baik Sinergitas FWJ Indonesia

ADVETORIAL

KPH Ngawi Menerima Kunjungan Ketua Tim Peneliti dari Universitas Gadjah Mada

badge-check


					KPH Ngawi Menerima Kunjungan Ketua Tim Peneliti dari Universitas Gadjah Mada Perbesar

Ngawi, RepublikNews –  Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi menerima kunjungan Prof. Moh. Naiem, Ketua Tim Peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di petak-petak penelitian tanaman Jati Plus Perhutani (JPP) yang berlokasi di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Walikukun dan BKPH Kedunggalar. Selasa (21/9/2021).

Pada kunjungan bertajuk Field Trip Clonal Forestry tersebut, Tim Peneliti UGM didampingi Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Perhutani, Endung Trihartaka, Wakil Kepala Divisi Regional Bidang Kelola Sumber Daya Hutan, Ratmanto, Jajaran PeFi, Kepala Perencanaan Hutan Wilayah II Madiun, Rudi Juniantoro, dan Administratur KPH Ngawi, Tulus Budyadi beserta jajarannya.

Endung menerangkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk media pembelajaran dan menunjukkan hasil uji lapangan beberapa klon jati unggul dengan berbagai model perlakuan pola tanaman dan pemeliharaan/ penjarangan.

“Dan sudah terbukti tanaman jati yang biasanya ditebang di atas umur 50 tahun sampai 80 tahun, hari ini kita bisa melihat tanaman jati yang umurnya 19 tahun diameternya sudah di atas 50 cm. Ini menjadi modal luar biasa bagi Perhutani ke depan untuk membangun hutan jati dengan klon-klon unggul sehingga mendapatkan hasil akhir daur yang optimal,” terangnya.

Sementara itu, Prof Moh. Naiem menegaskan bahwa Perhutani adalah satu perusahaan yang punya masa depan dan potensi yang gemilang dengan dikembangkannya tanaman JPP. Dengan tanaman jati klon unggul ini diharapkan bisa menghasilkan kurang lebih 330 m3 per Hektar pada umur 20 tahun.

Kegiatan yang diawali dari Petak 7 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gendingan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Walikukun ini, kemudian dilanjutkan ke Petak 61.a, Petak 53.n, Petak 63 dan diakhiri dengan diskusi di Petak 64.e RPH Sidolaju, BKPH Kedunggalar. @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur

24 April 2026 - 11:23 WIB

ACARA SERAH TERIMA JABATAN DANDEMPOM V/2 DARI LETKOL CPM SIGIT PRABOWO, S.H., M.H.I KEPADA LETKOL CPM DANIEL YOGIANTO, S.H

23 April 2026 - 19:09 WIB

Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali

8 Maret 2026 - 21:03 WIB

Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil

6 Maret 2026 - 13:09 WIB

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!