Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

BIROKRASI

Belum Sempat Ditemui, “Oknum Kades Kuwon Karas” Menghindar Sepelekan Wartawan

badge-check


					Belum Sempat Ditemui, “Oknum Kades Kuwon Karas” Menghindar Sepelekan Wartawan Perbesar

Magetan,Republiknews. Di dalam menjalankan profesinya, terkadang wartawan di sepelekan oleh oknum-oknum pejabat pemerintah saat mau bertemu atau di konfirmasi secara langsung terkait kinerjanya. Padahal di ketahui bahwa lembaga Pers yang dalam hal ini adalah wartawan merupakan salah satu ujung tombak dan penyeimbang penegakan demokrasi di Indonesia.

Salah satu contoh perilaku pejabat yang tak patut di tiru itu, di tunjukkan oleh Oknum Kepala Desa Kuwon Kecamatan Karas Kabupaten Magetan Jawa Timur.

Yang mana di nilai telah menyepelekan Profesi wartawan dengan sikap dan perlakuan tidak menyenangkan dari seorang pejabat. Hal ini di tunjukkan dengan bersembunyinya kepala desa dari wartawan yang ingin menemui dengan tujuan untuk konfirmasi terkait pengaduan warga.

Bermula saat wartawan dari Media CNN dan Akurat Media News ingin menemui untuk mengadakan konfirmasi terkait beberapa hal kepada kepala desa di kantornya pada Jum’at (28/1/2022).

Di duga Oknum Kepala Desa Kuwon telah mengetahui akan maksud kedatangan wartawan, namun tidak bersedia menemui dengan bersembunyi di salah satu sudut dalam ruang kantornya.

Di tanyakan pada salah satu perangkat melalui aplikasi WhatsApp, di peroleh keterangan bahwa kepala desa sebenarnya berada di dalam.

Namun keberadaan kepala desa di sanggah oleh salah seseorang yang sengaja menemui dan menanyakan maksud kedatangan wartawan, dan mengatakan bahwa kepala desa sedang tidak berada di tempat melainkan ke kantor kecamatan. dan setelah memberikan keterangan perangkat itu masuk ke dalam lalu keluar lagi menuju halaman depan kantor untuk memindahkan motor yang di duga milik kepala desa tersebut ke halaman belakang kantor. Di sinyalir bahwa hal itu untuk lebih memudahkan kepala desa menghilang menghindari kejaran wartawan.

“Jelas ini kita sudah di sepelekan, dengan sikap yang tak menyenangkan dari seorang kepala desa yang tak mau di temui dan menyembunyikan diri. Seharusnya seorang kepala desa bisa menjadi contoh kepada masyarakatnya serta paham etika bagaimana seharusnya. Saya jadi bertanya tanya kenapa tidak mau menemui, dan ada apa di balik ketidak beranian kepala desa tersebut untuk menemui wartawan”. Kata Bambang awak media CNN

Terkait perlakuan tersebut, ke dua wartawan menghubungi Camat Karas melalui telpon WhatsApp,

“Sebenarnya tak arahkan semua kepala desa, kalo ada tamu diterima dengan sikap yang baik”. Kata Camat Karas.

Patut di sayangkan bahwa dengan mental seperti itu sungguh mencerminkan ketidak profesionalan seorang pejabat sebagai pelayan publik, juga secara langsung mempersulit proses dari tugas jurnalistik wartawan di dalam penggalian data dan informasi yang di butuhkan oleh masyarakat. (Iwn)

Baca Lainnya

OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang

19 Januari 2026 - 20:29 WIB

Presiden Prabowo: Di Mata Hukum Semua Sama “Hukum Berlaku” Untuk Semua Warga Negara

18 Agustus 2025 - 10:08 WIB

Pj. Bupati Lampung Barat Resmikan Gedung Perpustakaan Daerah

19 Desember 2024 - 17:07 WIB

KPU Kabupaten Mojokerto Gelar Deklarasi Kampanye Damai Pada Pilbup 2024

25 September 2024 - 17:58 WIB

KPU Kabupaten Mojokerto Tetapkan 2 Paslon Pilkada 2024

23 September 2024 - 11:46 WIB

Trending di BIROKRASI
error: Content is protected !!