Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

INVESTIGASI

PEMKOT SURABAYA DIMINTA MENDATA ULANG PENGHUNI RUSUNAWA

badge-check


					PEMKOT SURABAYA DIMINTA MENDATA ULANG PENGHUNI RUSUNAWA Perbesar

Surabaya,Republiknews – Ada beberapa temuan bahwa di beberapa rusun dihuni oleh orang yang mampu, ada yang memiliki mobil dan bahkan ada ASN yang masih menghuni rusun.
Hal ini di sampaikan oleh Baihaki Akbar, selaku Sekjen Lembaga Advokasi Rakyat Merdeka Gerakan Anti Korupsi (LARM-GAK) yang sekaligus sebagai Sekjen Himpunan Putra Putri Madura (HIPPMA), meminta pemerintah kota Surabaya melakukan pendataan ulang terhadap para penghuni Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa).

Hal itu dilakukan, lantaran ia mensinyalir Rusunawa tersebut dihuni oleh beberapa kalangan dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baihaki Akbar mengatakan, jika pihaknya menyayangkan adanya temuan sejumlah ASN di Pemkot Surabaya yang tinggal di Rusunawa. Sementara, banyak warga dari kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang antre menginginkan untuk tinggal di Rusunawa tersebut.

“Jadi, kalau masih ada ASN yang menghuni Rusunawa, maka dengan melihat ledakan warga MBR di Surabaya, mestinya mereka tahu. Meskipun tanpa didata pun, mestinya mereka tahu diri dan mencari tempat di luar Rusunawa. Jadi, kami imbau untuk tahu dirilah,” Ungkap pentolan Larm-Gak dan Hippma itu. Minggu (6/2/2022).

Menurutnya, ASN juga memiliki gaji dan tunjangan di atas Upah Minimum Kota (UMK). Bahkan, lanjut dia, pendapatan ASN Pemkot Surabaya itu sudah terkenal tinggi. Sehingga semestinya para ASN tersebut mencari tempat tinggal lain di luar Rusunawa. Pasalnya, Rusunawa itu peruntukannya untuk warga MBR.

Selain itu, lanjut dia, semangat untuk pindah ke tempat lain itu seharusnya dipadupadankan dengan spirit Wali Kota Surabaya, yang ingin segera menuntaskan jumlah ledakan MBR yang saat ini dirasakan masih luar biasa. Bahkan, banyak di antara MBR itu tidak memiliki tempat hunian yang layak.

“Kalau para ASN ini keluar dari Rusunawa, maka Rusunawa itu bisa diisi oleh MBR. Sehingga antreannya yang sekarang tembus hingga mencapai 11 ribu itu bisa berkurang dan mereka punya tempat tinggal yang layak,” Jelas Baihaki.

Begitu pun dengan Abah Rodian (Penasehat HIPPMA). Ia juga meminta, agar para ASN yang masih tinggal di rusun tersebut untuk tidak masuk ke dalam zona nyaman. Sebab, kata dia, cepat atau lambat mereka akan segera dipindahkan dari rusun itu, karena Rusun tersebut peruntukan bukan untuk ASN, tapi untuk MBR.

Selain itu, Abah Rodian juga menjelaskan bahwa pendataan kepada seluruh penghuni Rusunawa, termasuk ASN, merupakan sesuatu yang mutlak. Namun, lanjut dia, setelah didata harus jelas penggunaan data tersebut.

Ia mencontohkan, apabila ada ASN penghuni Rusunawa tersebut diminta untuk keluar, maka pihak Pemkot Surabaya juga harus menyiapkan alternatif tempatnya. Misalnya, seperti rusunawa milik sendiri yang layaknya apartemen.

“Ini juga bisa menggandeng pihak ketiga atau pihak swasta. Tapi yang pasti, persoalan ini harus didiskusikan lebih lanjut supaya sama-sama enak, ASN keluar Rusunawa enak dan Pemkot juga bisa menjalankan spirit Wali Kota,” Bebernya.

Sementara Armuji, Wakil Wali Kota Surabaya sebelumnya mengatakan, Rusunawa akan menjadi alternatif hunian nyaman bagi warga MBR di Surabaya.

“Saat ini, antrean penghuni Rusunawa sudah mencapai belasan ribu lebih dan tentu disesuaikan daya tampung dengan skala prioritas,” Jelas Armuji.

Saat ini tercatat ada 20 rusunawa yang dikelola Pemkot Surabaya. Dari puluhan Rusunawa tersebut, lanjut Armuji, Pemkot Surabaya akan mendata rusun-rusun mana saja yang akan menjadi prioritas pemeliharaan lebih dulu, mengingat jumlah anggaran yang terbatas.

Adapun 20 Rusunawa tersebut di antaranya Rusunawa Urip Sumoharjo, Dupak Bangunrejo, Sombo, Penjaringansari, Warugunung, Wonorejo, Tanah Merah, Randu, Grudo, Pesapen, Jambangan, Siwalankerto, Romokalisari, Keputih, Bandarejo, Gununganyar, Dukuh Menanggal, Tambak Wedi, Rusun Indrapura dan Babat Jerawat. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemilik Lahan Komplotan Pencuri BBM/Solar Di Sumobito Jombang, Kabur Dan Hilangkan Barang Bukti Di TKP

10 Februari 2026 - 18:08 WIB

Terlindungi: Maling BBM Jenis Solar Oper Tangki Di Talun Kidul Sumobito Wilayah Hukum Jombang

8 Februari 2026 - 14:23 WIB

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35

29 Desember 2025 - 17:14 WIB

Trending di INVESTIGASI
error: Content is protected !!