Menu

Mode Gelap
Peringati Hari Pers Sedunia, WPO dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama Wakil Presiden WPO Zona Eropa Sampaikan Ucapan Selamat kepada FWJ Indonesia di Hari Pers Sedunia 2026 Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng WPO & FWJ Indonesia Gelar Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bogor RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur Kibarkan Kebebasan Pers, FWJ Indonesia Bersama WPO, Gelar Hari Pers Sedunia

INVESTIGASI

Dirut PDAM Situbondo Angkat Bicara Soal Keluhan Pelanggan

badge-check


					Dirut PDAM Situbondo Angkat Bicara Soal Keluhan Pelanggan Perbesar

Situbondo,Republiknews-Pembengkakan biaya tagihan konsumsi air yang dialami Suhartono (66),warga Dusun Krajan, Desa Kalibagor, Kecamatan Kota,Kabupaten Situbondo, akhirnya menimbulkan keluhan dirinya sebagai pelanggan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Baluran Situbondo. Senin, (14/2/2022).

Menurutnya, lonjakan pembayaran tagihan air yang tak lazim dari biasanya itu, nampak mulai ia rasakan beberapa bulan terakhir. Yakni sejak bulan November 2021, sampai saat ini di bulan Februari 2022.

“Saya mulai merasakan lonjakan pembayaran tagihan air PDAM, itu pada bulan November 2021 kemarin. Padahal, saya hanya menggunakan air untuk keperluan mandi dan cuci.” Jelas Hartono mengawali perbincangan.

Kepada awak media, Hartono mengaku belum mengetahui, dimana akses yang menjadi pokok permasalahannya. Karenanya, ia lebih memilih untuk melaporkan persoalan tersebut kepada petugas PDAM Situbondo, pada bulan Januari 2022 lalu.

“Saya tidak paham, apa penyebab yang membuat tagihan air PDAM ini bisa melonjak drastis. Makanya, saya beranikan diri untuk memberitahukan permasalahan ini dulu kepada petugas PDAM.” Terangnya.

Dijelaskan nya lagi, namun laporan pemberitahuannya pada saat itu, ternyata belum ditindaklanjuti. Sehingga sampai pada kali yang ke-dua, ia kembali mengadukan permasalahan tersebut kepada petugas PDAM lagi.

“Keluhan adanya lonjakan tagihan pembayaran air, sebelumnya sudah saya beritahukan kepada petugas PDAM agar ditindaklanjuti permasalahan teknis nya. Waktu itu di bulan Januari 2022.” Beber Hartono ketika dikonfirmasi di rumah nya.

Lebih lanjut, “Saya meminta petunjuk kepada petugas PDAM. Setelah laporan pemberitahuan saya yang pertama di bulan Januari 2022 belum ada tanggapan, maka saya laporan kembali pada hari Senin ini tanggal 14 Februari 2022. Dan untuk yang ke-dua kalinya, baru ada tanggapan siang tadi, dengan datangnya petugas ke lokasi.” Tegasnya.

Pasca laporan kali yang ke-dua, terkait adanya keluhan pelanggan tentang lonjakan tagihan air, petugas PDAM bagian lapangan atas nama Agus Nurcahyo bersama Teguh, langsung turun tangan mendatangi pelanggan guna mensurvey permasalahan.

Menurut ulasan Agus Nurcahyo, rupanya hal itu dipicu oleh kemungkinan terdapatnya kebocoran pipa air, ditambah instalasi Stop Kran yang telah nampak aus.

“Kemungkinan itu terjadi karena ada pipa air dibelakang yang bocor, juga karena Stop Kran (Putaran penyekat) yang sudah dol (Aus-red), jadi nggak ada sangkut pautnya dengan segel.” Tutur petugas PDAM tersebut.

Dalam perbincangan itu, pelanggan juga menanyakan besaran, kisaran biaya penggantian Stop Kran maupun alat ukur Meter air (Water Meter) jika dirasa, persoalan terkait keluhan pada lonjakan tagihan air masih terdapat kendala atau masih belum normal.

Secara spontan, Agus Nurcahyo membalas pertanyaan pelanggan tersebut dengan mengucap jawaban sebesar Rp 125 ribu, untuk biaya penggantiannya.

Tidak hanya itu, ia kembali melanjutkan, “Kalau mau pakai tenaga (teknisi perbaikan) dari PDAM ya monggo. Tapi kalau mau menunggu, seperti saya kan ini mau ke pengaduan yang lainnya. Ditunggu ya, jadi nggak bisa langsung sekarang. Stop Kran yang sudah dol, inikan ditanggung sama pelanggan. Dan untuk perbaikan dikenakan biaya Rp 125 ribu.” Tutupnya.

Sementara Direktur Utama PDAM Situbondo, Asyari, dalam keterangan nya secara terpisah menjelaskan, “Kalau kebocoran yang terjadi setelah Water Meter, memang itu tanggungannya pelanggan. Namun, petugas mungkin bisa diminta bantuan diluar jam dinas.” Katanya.

Masih menurut keterangan Asyari, “Pembengkakan tagihan mungkin disebabkan kebocoran tersebut. Kalau Water Meter dol atau rusak, kita akan ganti secara gratis. Tapi kalau Stop Kran (rusak) yang dekat Water Meter, itu menjadi beban pelanggan. Nanti saya suruh bantu mencari dan memperbaiki yang bocor mas. Itu dulu yang harus di betulkan.” Imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, semenjak wartawan media ini meneruskan perihal yang menjadi ganjalan Hartono kepada Dirut PDAM. Tak berselang lama, kemudian rumah Hartono didatangi kembali oleh Agus Nurcahyo bersama ke-tiga rekan teknisinya, guna melakukan perbaikan instalasi bocor yang menjadi persoalan dan penyebab keluhan nya.

( Agung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemilik Lahan Komplotan Pencuri BBM/Solar Di Sumobito Jombang, Kabur Dan Hilangkan Barang Bukti Di TKP

10 Februari 2026 - 18:08 WIB

Terlindungi: Maling BBM Jenis Solar Oper Tangki Di Talun Kidul Sumobito Wilayah Hukum Jombang

8 Februari 2026 - 14:23 WIB

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35

29 Desember 2025 - 17:14 WIB

Trending di INVESTIGASI
error: Content is protected !!