Menu

Mode Gelap
Peringati Hari Pers Sedunia, WPO dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama Wakil Presiden WPO Zona Eropa Sampaikan Ucapan Selamat kepada FWJ Indonesia di Hari Pers Sedunia 2026 Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng WPO & FWJ Indonesia Gelar Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bogor RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur Kibarkan Kebebasan Pers, FWJ Indonesia Bersama WPO, Gelar Hari Pers Sedunia

INVESTIGASI

Mengharukan…Korban Dugaan Malpraktek Terima Santunan Rp. 200 Ribu dan Sebungkus Obat Dari Sang Dokter

badge-check


					Mengharukan…Korban Dugaan Malpraktek Terima Santunan Rp. 200 Ribu dan Sebungkus Obat Dari Sang Dokter Perbesar

Surabaya, RepublikNews – Dokter mempunyai peran sentral dalam memberikan pelayanan kesehatan. Maka dalam melaksanakan tugas keprofesiannya, seorang dokter harus mempunyai karakter 3 K, yakni Kesantunan, Kesejawatan dan Kebersamaan. Tiga (3) K ini diwujudkan berdasarkan UU nomor 20 tahun 2013 yang bertujuan menghasilkan dokter berbudi luhur, bermartabat, bermutu dan berkompeten.

Bukannya malah plin-plan dalam berucap, bisa mengatakan tapi tidak mampu melaksanakan apa yang dikatakannya sendiri. Seperti yang di lakukan kedua dokter yang buka praktek di Panjangjiwo Surabaya ini. Dr. Icha S dan dr. Yoppy Agung Priambodo, mereka adalah pasutri yang profesinya sama dan membuka praktek di tempat yang sama.

Berawal dari kejadian yang menimpa B. Sri, yang diduga telah menjadi korban Malpraktek akibat suntikkan yang diberikan oleh perawat Dr Icha S Nugrahani. Para hari ini Jum’at (15/04/2022) Dr. Icha mendatangi pasien (Korban…red) di kos – kos an yang beralamatkan Jalan Nginden Kota Surabaya.

Kedatangan Dr Icha di dampingi oleh suaminya yaitu dr Yoppy bersama salah satu susternya memberikan amplop yang didalamnya uang sebesar Rp 200.000,- Diduga Uang yang diberikan kepada korban tersebut untuk menyuap agar permasalahan yang menimpa Bu Sri (Pasien /Korban…red) agar berhenti dan tidak diketahui oleh publik.

https://www.republiknews.id/2022/04/15/str-dan-sip-dr-icha-s-buka-praktek-layak-dipertanyakan/

 

Pasalnya, dari hasil pertemuan awak media ini, (kamis malam,14/04/2022) sebagai perwakilan keluarga pasien sekaligus penerima pengaduan seperti dalam berita yang di angkat sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan kedua dokter tersebut di rumahnya yang sekaligus juga tempat prakteknya untuk berdiskusi dan mencari langkah terbaik buat pasiennya.

Dr. Icha yang sebelumnya meminta agar bisa segera ada solusi buat kebaikan pasien dengan melalui mediasi di malam itu, agar pasien bisa di bawa ke tempat prakteknya untuk di obati dan di beri perawatan lebih instensif sebagai bentuk pertanggungjawaban akibat bekas suntikkan yang membengkak, memar merah, bernanah dan berdarah.

Dan sekaligus mengharapkan agar permasalahan ini tidak sampai berlanjut di hari jumat (15/04/2022) karena mengingat katanya dia mau ke Jakarta di Jumat siang karena kegiatan kedokteran.

Ternyata Jumat siang itu jam 09.00 Wib, dokter Icha bersama dr. Yoppy dan perawatnya telah mendatangi rumah pasiennya yaitu B. Sri. Apa yang di lakukan kedua dokter ini terkesan ingin lepas tanggung jawab, dan merasa dengan memberikan uang rp. 200.000 serta obat, derita pasien bisa hilang begitu saja.

Dua jam setelah dari tempat tinggal pasien, tiba tiba sekitar jam 11 Wib, melalui pesan whatsApp dr, Yoppy mengatakan terkait masalah ini mulai sekarang silahkan menghubungi tim pengacara, dengan menyebutkan nama pengacaranya serta memberikan nomor telfon pengacara tersebut.

Hal yang sangat janggal, kenapa kedua dokter melakukan hal tersebut, ada apa..? Sehingga terkesan mencari perlindungan dan melepas tanggung jawab dari apa yang sudah di alami Bu Sri, akibat pelayanan yang mengakibatkan dia menderita infeksi di bekas suntikkan.

B. Misni atau yang akrab di panggil Bu Sri saat di datangi tim awak di tempat kos kosnya mengatakan, bahwasannya kedatangan dari Dr Yoppy dan dr. Icha sekitar pukul 09.00 Wib pagi tadi bersama susternya tersebut membuatnya kaget.

“Dr. Icha dan Dr Yopyy kesini saya kaget mas, dan Ia memberikan saya Amplop, saya belum lihat isinya, dan ini baru saya lihat ada mas nya. Saya bilang ke Dr Yoppy,”Apa Ini Pak, Saya Gak Mau, Gak Usah Pak. Dan Dr Yoppy bilang,”Ibu kan Jualan, Sekarang Gak Jualan, Udah Ini Buat Ibu,”terangnya.

Hingga berita ini di turunkan kembali, dr. Icha tidak bisa di konfirmasi, di hubungi melalui pesan WhatsApp tidak merespon dan terkesan mengabaikan. Pemberian Obat dan Sejumlah Uang Dari Dr. Icha S Kepada Pasien, oleh pasien di nilai sangat menyepelekan, tidak ada artinya di banding dengan rasa sakit yang dia alami 2 bulan ini akibat bekas suntikkan yang di alami. (*Red49)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemilik Lahan Komplotan Pencuri BBM/Solar Di Sumobito Jombang, Kabur Dan Hilangkan Barang Bukti Di TKP

10 Februari 2026 - 18:08 WIB

Terlindungi: Maling BBM Jenis Solar Oper Tangki Di Talun Kidul Sumobito Wilayah Hukum Jombang

8 Februari 2026 - 14:23 WIB

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35

29 Desember 2025 - 17:14 WIB

Trending di INVESTIGASI
error: Content is protected !!